Thu. Jun 13th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Ini Sosok Hunter AFV Buatan Singapura, Ranpur Digital Penuh Pengganti Ultra M113

2 min read
Hunter AFVNajeer Yusof/ TODAY

Najeer Yusof/ TODAY

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angkatan Bersenjata Singapura resmi mengoperasikan kendaraan tempur lapis baja (Armoured Fighting Vehicle/AFV) bernama Hunter. Ranpur pertama berplatform digital penuh ini dibuat di dalam negeri melalui kerja sama antara Singapore Army, Defence Science and Technology Agency (DSTA), dan ST Engineering.

Hunter AFV berdinas menggantikan Ultra M113 AFV yang telah dioperasikan militer Singapura sejak 1973.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Pertahanan Singapura Dr. Ng Hen pada acara parade Formasi Lapis Baja ke-50 di Sungei Gedong Camp, Selasa (11/6/2019). Proyek Hunter AFV diumumkan pertama kali pada Maret 2017 dengan nama NGAFV (Next Generation AFV).

Ng mengatakan, Hunter merupakan simbol transformasi Angkatan Bersenjata Singapura menuju Next Generation Army. Kendaraan ini lebih tangguh dan lebih berkapabilitas dibanding Ultra M113 yang digantikannya. Sehinga diharapkan, AB Singapura akan semakin kuat, lebih cepat, lebih pintar, dan lebih mematikan.

Dikutip dari siaran pers MINDEF, Hunter merupakan perwujudan mesin perang dengan sistem perangkat C4 (Command, Control, Communications, and Computers).

Fitur lain yang diusung ranpur ini meliputi sistem pengamatan 360 derajat dan Laser Warning System (LWS) guna memberi tahu awak ranpur dari deteksi dan serangan musuh.

Hunter AFV
MINDEF
Strait Times

Dibanding ranpur lama, Hunter mampu menjelajah jarak lebih jauh (500 km), bergerak lebih cepat (70 km/jam) dan memiliki kemampuan proteksi lebih baik untuk bertahan di medan pertempuran.

Tingkat keselamatan bagi para awaknya juga lebih tinggi, baik saat dioperasikan pada masa damai maupun masa perang.

Sebagai ranpur berplatform digital, Hunter AFV dapat diintegrasikan dengan platform wahana lain seperti sistem persenjataan tak berawak dan robot.

Misalnya, kata Ng, awak Hunter dapat sekaligus memobilisasi pesawat tanpa awak (UAV) atau kendaraan darat tak berawak (UGV) untuk mendapatkan informasi jarak jauh.

Hunter dilengkapi dengan sistem komando dan kendali ARTEMIS (Army Tactical Engangement and Information System). Dengan sistem ini Hunter dapat melaksanakan perencanaan misi secara digital dari tingkat peleton hingga batalion.

Hunter juga dilengkapi sistem pemantauan kesehatan diri, yang artinya dia akan memberitahukan status dirinya, kapan harus menjalani perawatan dan kapan siap digunakan.

Sebagai kendaraan tempur Hunter dilengkapi stasiun senjata kendali jauh (RCWS) dengan persenjataan utama kanon 30 mm bermunisi penembus lapis baja berdaya ledak tinggi. Untuk persenjataan sekunder terdapat rudal antitank berpemandu (ATGM), senapan mesin koaksial kaliber 7,62 mm, dan peluncur granat asap kaliber 76 mm.

RCWS yang dipadukan dengan ARTEMIS memungkinkan Hunter dapat mengidentifikasi dan melakukan penanggulanan terhadap ancaman dengan lebih cepat.

MINDEF

Hunter dilengkapi sistem deteksi dan penjejak sasaran otomatis yang lebih memudahkan kerja awak ranpur.

Ranpur ini juga dilengkapi dengan kokpit tempur terintegrasi (Integrated Combat Cockpit) yang memungkinkan komandan maupun penembak mengambil alih kemudi AFV berteknologi drive-by-wire dengan alat kontrol khusus.

Komandan ranpur dilengkapi sistem penglihatan yang memungkinkan dia secara bersamaan mencari target sementara penembak sedang melaksanakan tugasnya.

Dari sisi dimensi, Hunter memiliki panjang 6,9 m, lebar 3,4 m, tinggi 3,4 m. Ranpur berbobot 29,5 ton ini dapat mengatasi rintangan vertikal setinggi 0,6 m, parit selebar 2,1 meter, dan kemiringan depan maksimum 60 persen.

Selain diawaki oleh tiga personel yaitu komandan, pengemudi, dan penembak, ranpur ini juga dapat dimuati delapan prajurit tempur.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *