Intip Langsung AMX-13 Retrofit TNI AD, Tank Tua yang Masih Perkasa

Rangga Baswara

ANGKASAREVIEW.COM – Di awal tahun 1960-an Pemerintah Indonesia memborong beragam senjata dalam jumlah besar guna persiapan kampanye militer Trikora, menyatukan Irian Barat ke Bumi Pertiwi. Pilihan ini diambil bila perundingan damai dengan pihak Belanda mendapati jalan buntu.

Salah satu alusista yang diboyong pada masa tersebut adalah tank ringan berawak tiga orang buatan Atelier de Construction d’Issy les Moulineaux (AMX) dari Perancis atau lebih populer dengan nama AMX-13. Sekira 400 unit tank dengan beberapa variannya ini diboyong ke Tanah Air. Sebanyak 275 unit di antaranya adalah versi kanon 75 mm dan 105 mm.

Sama halnya dengan tank amfibi PT-76 milik Korps Marinir TNI AL, AMX-13 saat ini masih aktif digunakan oleh Batalyon Kavaleri TNI AD yang tersebar di beberapa KODAM. Secara kinerja otomatis mengalami penurunan karena tergerus usia.

Memang tak mungkin untuk mempertahankannya terus, terlebih dalam jumlah besar. Untuk itu maka dilakukan upaya peremajaan terhadap perangkat keras dan sistem terkait atau yang lebih dikenal dengan istilah retrofit.

Bekerja sama dengan TNI AD, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia pada 2011 mulai melaksanakan program retrofit untuk 23 unit tank AMX-13.

Rangga Baswara

Proses modifikasi dan upgrade dipercayakan pada perusahaan senjata PT Pindad dari Bandung. Pekerjaan pertama yang dilakukan Pindad adalah membedah lambung dan memperpanjangnya sekira 20 cm untuk menanamkan mesin turbo diesel berdaya 400 hp. Mesin ini menggantikan mesin bensin SOFAM 8Gxb berdaya 250 hp yang cukup boros BBM.

Digadang, usia pakai mesin diesel buatan Navistar dari AS ini bisa diandalkan hingga kurun waktu 20 tahun ke depan. AMX-13 Retrofit ini juga mendapatkan transmisi otomatis baru untuk memudahkan kerja pengemudinya.

Untuk senjata penggebuk barunya, kubah osilasi FL-12 buatan perusahaan Perancis Fives Babcock Cail yang ada pada AMX-13 Retrofit dipasangi kanon baru CN105-57G1 kaliber 105 mm.

Fitur unggulan lain yang ditawarkan adalah sistem kontrol pengendalian penembakan elektronik nan canggih. Sistem ini sudah memasukkan input dari sistem laser range finder (LRF) yang dapat menentukan akurasi jarak tank dengan sasaran tembaknya. Tersedia pula perangkat FLIR/Thermal  untuk navigasi pada keadaan gelap gulita.

Sebelum diserahkan ke TNI AD, AMX-13 Retrofit menjalani uji tembak pertama di kawasan Pusdikif, Pussenif, Cipatat, Bandung Barat pada 7 dan 8 April 2014. Kanon AMX-13 Retrofit diarahkan pada sebuah lesan yang ditempatkan pada sebuah bukit kecil untuk dihancurkan.

Rangga Baswara

Ada dua munisi yang diuji kala itu, yakni jenis HE buatan perusahaan Hinterberger dan munisi OCC105G1 tipe APFSDS (Armor Piercing Fin  Stabilised Discarding Sabot). Khusus untuk munisi OCC105G1 digadang memiliki kemampuan membongkar dan menembus lapisan baja RHA setebal 250 mm pada sudut kemiringan 30 derajat dari jarak 1 km.

Rencananya seluruh tank AMX-13 hasil upgrade ini akan dioperasikan hingga tahun 2035 mendatang.

Bak kata pepatah ‘tua-tua keladi makin tua makin menjadi’ begituh istilah yang tepat untuk AMX-13 Retrofit. Biar sudah tua tapi masih perkasa dan masih layak bersanding dengan tank ringan yang lebih muda yakni Alvis Scorpion 90 milik Yonkav TNI AD.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Bagikan ini :

One Response to Intip Langsung AMX-13 Retrofit TNI AD, Tank Tua yang Masih Perkasa

  1. Duleh Sutrisna berkata:

    Sebaiknya semua tank yang pernah menjaga NKRI di up grade dari pada jadi pajangan atau di musiumkan Krn pasti ada gunanya utk perang kota. Bravo TNI bravo NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!