Perkuat Lanud Terluar, TNI AU Ingin Tambah Oerlikon dan QW-3

Istimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Selain menambah pesawat Hercules dengan tipe yang setingkat lebih tinggi dari yang ada sekarang, TNI AU juga akan menambah meriam Oerlikon dan Rudal Panggul QW-3 yang dimiliki Denhanud Paskhas. Penambahan alutsista (alat utama sistem senjata) tersebut akan dilakukan bertahap sesuai dengan rencana strategi (renstra) II.

“Alutsista yang kita berikan di antaranya adalah Oerlikon. Akan ada penambahan Oerlikon untuk Denhanud, termasuk QW-3,” jelas Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai memimpin upacara peringatan HUT ke-70 Korpaskhas di Lanud Adisutjipto, Jogjakarta, Selasa (17/10/2017).

Seperti yang ia sampaikan, untuk sementara ini ada tambahan 11 Oerlikon dan alutsista tersebut akan gelar di lanud-lanud yang menurut pertimbangkan TNI AU harus ditempatkan dengan persenjataan Oerlikon.

“Dalam renstra II ini sedang dalam proses, sehingga akhir renstra II diharapkan mereka sudah datang dan kita gelar sesuai dengan rencana TNI AU,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang berbeda Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Jemi Trisonjaya menjelaskan bahwa rencana penambahan alutsista pertahanan udara tersebut dalam rangka pengembangan pangkalan-pangkalan TNI AU yang ada di garis terluar Indonesia. Lanud-lanud tersebut antara lain di Ranai, Tarakan, dan Morotai.

Rendy

“Kemudian nanti juga kita kembangkan di Morotai dan akan kita tingkatkan menjadi Tipe B. Untuk itu, kekuatan Paskhas pun harus kita tingkatkan, karena akan kita deploy, kita gelar di lanud-lanud terluar,” terang Kadispenau.

Menurutnya, di lanud-lanud terluar juga akan dibangun taman radar aktif dan taman radar pasif seperti di Ranai.

Selain itu, untuk semakin menguatkan pertahanan udara, TNI AU akan memperkuat pangkalan di Tarakan dan Ranai dengan menempatkan drone di kedua wilayah itu.

“Termasuk Tarakan maupun Ranai akan kita tempatkan drone yang mampu terbang hingga 2.000 km. Untuk itu, tugas dan fungsi Paskhas kita perlukan untuk menjaga alutsista tersebut,” papar Jemi.

Sementara lanud-lanud lainnya yang akan dikembangkan pula kemampuan pertahanannya masih dalam pengkajian. Namun Jemi mencirikan bahwa lanud-lanud yang pasti dikembangkan sistem pertahanannya adalah yang umumnya terdapat alutsista berupa pesawat tempur, pesawat angkut dan yang mempunyai nilai strategis.

“Kemudian daerah-daerah di pangkalan-pangkalan yang perlu dipertahankan dari serangan udara. Seperti Natuna, Tarakan, Iswahjudi, lanud-lanud yang ada alutsista itu pasti. Kemudian lanud-lanud yang lain nanti disesuaikan dengan renstra,” pungkasnya. FERY SETIAWAN

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

676 views