Sesuaikan Tren Pasar, Qantas Rombak Susunan Kursi A380

FLICKR

ANGKASAREVIEW.COM – Maskapai penerbangan Australia, Qantas Airways, segera merombak susunan kursi pada 12 pesawat superjumbo A380 yang mereka miliki. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan dengan tren pasar di mana pada penerbangan jarak jauh terjadi peningkatan permintaan di kelas bisnis dan kelas ekonomi premium.

A380 Qantas saat ini berkapasitas 484 tempat duduk. Jumlah itu terbagi atas 14 kursi kelas pertama/utama (first class), 64 kursi kelas bisnis (business class), 35 kursi kelas ekonomi premium (premium economy class), dan 371 kursi kelas ekonomi (economy class).

Dengan konfigurasi baru, jumlah kursi pada kelas utama tetap dipertahankan berjumlah 14 buah. Sementara untuk kelas bisnis terjadi penambahan enam kursi sehingga menjadi 70 buah.

Untuk kursi di kelas ekonomi premium terjadi peningkatan hampir dua kali lipat dari 35 menjadi 60 buah. Sementara untuk kelas ekonomi, terjadi pengurangan kursi dari 371 menjadi 341 kursi.

Uniknya dengan perubahan tersebut, kapasitas kursi A380 Qantas malah bertambah satu buah, dari 484 kursi menjadi 485 kursi.

Perubahan terbanyak akan dilakukan pada kabin dek atas pesawat di mana di situ sebanyak 30 kursi ekonomi akan dihilangkan guna menciptakan ruangan yang lebih luas bagi kelas utama dan kelas bisnis.

Pihak Qantas mengatakan, perombakan dan peningkatan (upgrade) kursi kabin direncanakan mulai dilakukan pada kuartal kedua tahun 2019 dan akan selesai untuk seluruh armada Qantas pada akhir 2020. Belum disebutkan di mana pengerjaan tersebut akan dilakukan serta berapa biaya yang dikeluarkan oleh masakapai Negeri Kanguru tersebut. Qantas hanya menyebutkan sebagai proyek jutaan dolar AS.

AUSBT

“Kami melihat adanya peningkatan permintaan untuk kelas ekonomi premium dan kelas bisnis dalam penerbangan A380 Qantas,” ujar CEO Qantas Alan Joyce saat menjelaskan mengapa maskapai ini melakukan perombakan kunfigurasi kursi A380, (25/8).

Di kelas bisnis, kursi Skybed II yang digunakan sejak 2008 akan diganti dengan kursi baru yang lebih nyaman lagi dengan sebutan ‘mini first class‘.

Joyce berharap, perubahan konfigurasi kursi dapat meningkatkan jumlah pengguna Qantas berikut kenyamanan penumpang.

Untuk 14 kursi kelas utama yang berada di dek bawah, Qantas akan mengganti layar tv lebih lebar. Sementara di dek atas, lounge yang disediakan untuk kelas bisnis dan kelas utama dibuat lebih lega.

Untuk kelas ekonomi premium, Qantas menerapkan konfigurasi tempat duduk 2-3-2 sebagaimana diterapkan pada armada Boeing 787-9 yang mereka pesan. Kelas ekonomi premium menawarkan tempat duduk dan ruang yang lebih lega dibanding kelas ekonomi biasa. Demikian juga dengan perangkat inflight entertaintment yang lebih baik.

Kebutuhan yang lebih banyak untuk kelas bisnis dan kelas ekonomi premium, lanjut Joyce, berdasarkan survei yang dilakukan terhadap para penumpang Qantas khususnya rute ke Dallas, Amerika Serikat dan London, Inggris. Penerbangan A380 Qantas dari Sydney ke Dallas pp merupakan penerbangan nonstop terjauh sebelum dipatahkan rekornya oleh rute Dubai-Auckland pp yang dilayani Emirates.

Perubahan konfigurasi di kelas bisnis sebenarnya bukan yang pertama dilakukan Qantas pada pesawat superjumbo A380. Pada 2012-2013 maskapai ini malah mengurangi jumlah kursi kelas bisnis di dek atas dari 72 menjadi 64 buah guna menambah jumlah kursi di kelas ekonomi. Kini tren itu berbalik lagi.

Sementara itu, tahun depan Qantas juga akan menerima dua unit Boeing 787-9 dari delapan unit yang dipesan maskapai The Flying Kangaroo ini. Boeing 787-9 akan menggantikan lima B747-400. Sementara enam 747-400ER masih akan digunakan Qantas hingga tahun 2020.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!