Sat. Jun 15th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Rencana Pensiunkan Bronco, AU Filipina Segera Diperkuat Super Tucano

2 min read
Super TucanoEmbraer

Embraer

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Pasca musibah jatuhnya sebuah OV-10C pada 24 Mei lalu, AU Filipina (PAF) memutuskan untuk mengandangkan seluruh kuda liar Bronco miliknya. Seperti diketahui selain mengoperasikan OV-10A sejak 1991, PAF juga mendapatkan delapan unit seri OV-10C bekas pakai AU Thailand (RTAF) sejak 2003.

Setidaknya PAF masih mengoperasikan sekitar enam unit Bronco hingga tahun 2019 ini. Sejatinya pesawat COIN andalan PAF ini memang telah dicanangkan untuk diganti dengan pesawat serang baru EMB-314 Super Tucano buatan Brasil.

Pengadaan enam Super Tucano merupakan bagian dari Program Moderinisasi Militer Filipina yang masuk dalam Fase-1 Proyek Horizon1. Pelaksanaan kontrak pembelian telah ditandatangani oleh Departemen Pertahanan Nasional (DND) dengan pihak Embraer pada 30 November 2017.

Dikutip dari situs MaxDefense Philippines, keenam Super Tucano akan diserahkan pada November 2019. Hal ini sekaligus menjadikan PAF sebagai negara ke-16 yang mengoperasikan Super Tucano dan negara ke-2 di kawasan ASEAN setelah Indonesia.

Nantinya keenam Super Tucano akan ditugaskan ke Wing Serang 15. Wing ini menaungi Skadron Serang 16, Skadron Serang 17, Skadron Serang 18, Skadron Serang 20, dan Skadron Serang Komposit 25.

Kedatangan Super Tucano tak hanya akan menggantikan posisi OV-10A/C saja, namun juga akan menggantikan peran pesawat serang sekunder SF-260TP buatan SIAI Marchetti, Italia yang didapatkan sejak tahun 1993.

Super Tucano
Embraer
Istimewa

PAF memang sangat membutukan pesawat jenis COIN (kontra gerilya) guna menghadapi kelompok pemberontak yang beroperasi di wilayah Jolo, Basilan, dan Mindanao. Mereka dikenal sebagai Kelompok Abu Sayyaf yang terkait ISIS.

Salah satu aksi OV-10C milik PAF terlihat saat dilibatkan dalam pertempuran melawan gerilyawan Maute. Sang kuda liar Bronco menjatuhkan bom pada pejuang sparatis yang bersembunyi di bangunan di kota Marawi wilayah Selatan Mindanao pada Juni 2017, tepat dua tahun silam.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *