Centauro 2 MGS, Panser Kanon 8X8 Baru Andalan AD Italia (Bagian 1)

Iveco-Otomelara

ANGKASAREVIEW.COM – Setelah tertunda cukup lama, akhirnya Angkatan Darat Italia dipastikan akan mendapatkan 10 unit pertama panser kanon Centauro 2 MGS (Mobile Gun System) yang dilengkapi kanon kaliber 120 mm. Panser ini hasil garapan Iveco-Oto Melara Consortium (CIO), keduanya perusahaan asal Italia.

Sobat AR, kontrak pengadaan panser kanon 8X8 pesanan AD Italia dengan nama proyek ‘New Blindo Centauro’ ini ditandatangani oleh perwakilan ICO, KSAD Italia, dan Direktur Peralatan Perang Darat di Markas Besar Sekjen Pertahanan & Direktorat Pertahanan Nasional pada Juli 2018 lalu.

Pengadaan bernilai 159 juta euro ini mencakup kendaraan, peralatan pendukung, dan logistik. Tahap pertama pengadaan adalah 136 panser, namun ada wacana untuk menggenapkannya menjadi 148 unit yang akan dibagi dalam dua batch (masing-masing 74 unit).

Armada baru Centauro 2 ini untuk menggantikan versi awal Centauro B1 berkanon 105 mm yang mulai memperkuat Brigade Mekanik AD Italia sejak 1991. Dari semula 400 unit yang dimiliki, kini masih aktif digunakan sebanyak 259 unit. Sedangkan 141 lainnya telah didonasikan ke AD Yordania.

Dibanding versi Centauro B1 maka Centauro 2 lebih unggul dalam banyak hal. Mulai dari kekuatan mesin, daya gempur, kemampuan observasi, perlindungan awak, ergonomi, mobilitas dan sistem komunikasinya.

Sobat setia AR, untuk menghela bobotnya yang mencapai 30 ton, Centauro 2 dilengkapi mesin diesel baru Iveco Vector 8V EURO III berdaya 720 hp. Mesin ini lebih kuat dibanding mesin lama Centauro B1 yang berdaya 520 hp. Mesin menggunakan transmisi otomatis dengan 7 gigi maju dan 1 gigi mundur,.

Ivoco-Otomelara

Daya gempur Centauro 2 juga semakin galak dengan kanon HP (high pressure) generasi ketiga kaliber 120 mm/L45 yang dipasang pada kubah Hifact Mk 2. Sedangkan milik Centauro B1 dilengkapi kubah Hitfact berkanon kaliber 105 mm/L 52. Kanon baru ini dilengkapi sistem muzzle brake yang terintegrasi.

Kubah senjata Hitfact Mk 2 memiliki rak munisi untuk 12 putaran dengan sistem pengisian semi otomatis. Jika sistem autoloading dipasang, enam munisi siap tembak berada di drum dan enam lainnya di rak amunisi. Sebanyak 40 munisi cadangan tersedia dengan sistem pengisian manual.

Kanon Centauro 2 berjenis smoothbore. Kanon ini dapat menembakkan semua munisi 120 mm standar NATO dari berbagai generasi, APFSDS (Armor Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot) dan munisi MP (multi purpose).

Sebagai senjata sekunder, di atap kubah Hifact Mk 2 dapat dilengkapi dengan stasiun senjata pengendali jarak jauh (RCWS) Hitrole Light. Pilihan senjata berupa senapan  mesin 7,62 mm dengan 750 putaran, kaliber 12,7 mm dengan 400 putaran, atau peluncur granat otomatis 40 mm (AGL) dengan 96 putaran.

Iveco-Otomelara

Centauro 2 memiliki sistem pengendalian tembakan modern dan optik generasi terbaru. Komandan menggunakan sistem penglihatan (sight) panoramik untuk mencari target. Setelah target dipilih, senjata diletakkan pada target secara otomatis dan penembak menyelesaikan semua proses bidikan dan eksekusi penembakan.

Selama waktu itu pula sang komandan bergegas mencari target berikutnya. Setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 30 detik untuk menghancurkan target setelah ditemukan.

Sebagai bagian dari prangkat sensornya, kubah Hifact Mk 2 memiliki sistem penglihatan yang stabil baik untuk penembak dan pengemudi. Keduanya memiliki saluran IR generasi ketiga dan sensor TV siang hari.

RANGGA BASWARA SAWIYYA

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *