Tue. Jun 18th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Super Tucano Jatuh Saat Pengujian di AS

2 min read
USAF

ANGKASAREVIEW.COM – Seorang pilot Angkatan Laut AS dalam program Light Attack Experiment meninggal pada Jumat (22 Juni 2018) ketika pesawat Embraer A-29 Super Tucano yang ia terbangkan jatuh di dalam area pemboman Red Rio, Pangkalan Holloman, New Mexico.

Angkatan Laut AS telah mengidentifikasi pilot yang tewas dalam kecelakaan itu bernama Lt. Christopher Carey Short, dari Canandaigua, New York. Seorang kopilot A-29 Super Tucano yang nahas itu dinyatakan selamat.

Program Light Attack Experiment merupakan sebuah program pengujian dan evaluasi terhadap beberapa pesawat turboprop multiperan ringan. Program ini akan melihat potensial sebuah Super Tucano untuk bergabung ke dalam peran tempur udara AS dan sekutu.

Baca juga:
Peran di Afghanistan Gemilang, AU AS Tambah Kiriman Dua Super Tucano
Banyak Kecelakaan, AD AS Tolak Pengiriman Heli Apache dari Boeing

Menurut pernyataan resmi Angkatan Udara AS yang dirilis awal bulan lalu, fase kedua dari Light Attack Experiment dimulai di Pangkalan Holloman pada 7 Mei 2018.

“Fase kedua dari eksperimen ini adalah untuk menginformasikan proses pengadaan yang cepat ketika kita bergerak lebih dekat ke investasi dalam serangan ringan. Jika kita bisa mendapatkan pesawat serangan ringan yang mampu beroperasi di medan tempur, kita dapat mengurangi jumlah pesawat generasi keempat dan kelima, sehingga mereka dapat dilatih untuk pertarungan kelas atas yang mereka buat,” ujar Letnan Jenderal Arnie Bunch, deputi militer, Kantor Asisten Sekretaris Angkatan Udara.

Selain Super Tucano, pesawat lain yang terlibat dalam percobaan evaluasi antara lain Textron Aviation Defence AT-6 Wolverine turboprop dan Textron Aviation Defense Scorpion light jet, satu-satunya pesawat jet yang ikut dalam program ini. Archangel IOMAX juga telah berpartisipasi dalam beberapa percobaan Light Attack.

A-29 Super Tucano terbukti sukses dalam pertempuran, terutama di Afghanistan. Pada 22 Maret 2018, pilot Angkatan Udara Afganistan berhasil menggunakan sebuah bom Paveway II GBU-58 melawan target Taliban untuk pertama kalinya. Angkatan Udara Afghanistan saat ini memiliki 12 unit A-29.

Angkatan Udara Kolombia telah menggunakan A-29 Super Tucano secara ekstensif dalam pertempuran melawan pemberontak FARC sebelum gencatan senjata September 2016.

(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *