Ahli Penerbangan Yakin MH370 Dibajak Pilotnya Sendiri

Malaysia AirlinesNew Straits Times

ANGKASAREVIEW.COM – Ahli penerbangan percaya jika pencarian penerbangan Malaysia Airlines MH370 lebih dari 1.000 km di selatan lokasi saat ini, ada kemungkinan besar pesawat akan ditemukan.

Pencarian bangkai pesawat yang dilakukan oleh perusahaan teknologi bawah laut Ocean Infinity mendekati akhir dari misi 90 harinya. Para tokoh penerbangan senior mengatakan, tidak ada harapan pesawat bisa ditemukan.

Kapten Byron Bailey dari Australia, Simon Hardy dari Inggris, dan Mike Keane yang bermukim di Selandia Baru memiliki teori yang sama.

Baca juga:
Ocean Infinity Akan Akhiri Pencarian MH370 Juni Mendatang
Banyak Kecelakaan, AD AS Tolak Pengiriman Heli Apache dari Boeing

Mereka percata bahwa Kapten Zaharie Ahmad Shah, Pilot in Command pada penerbangan nahas itu telah membajak pesawatnya sendiri. Ia diduga telah menjatuhkan pesawat dan membunuh semua orang di dalamnya.

Jika pilot masih memegang kendali, itu berarti dia bisa menerbangkan pesawat lebih jauh, termasuk saat pesawat terjun bebas manakala pasokan bahan bakar habis.

Kapten Bailey dan Hardy dan beberapa pilot maskapai penerbangan lainnya berpikir pesawat yang hilang itu terletak tidak jauh dari batas selatan tempat Ocean Infinity melakukan pencarian aslinya.

Kapten Keane, yang adalah seorang pilot pesawat tempur dan perwira intelijen di AU Australia, minggu ini menuduh Pemerintah Australia terlibat dalam kejahatan jika mereka tetap menggunakan teori “penerbangan hantu” dan tidak secara terbuka mengakui bahwa itu salah.

Kapten Hardy juga yakin pilot itu dengan sengaja menerbangkan MH370 di atas kampung halamannya di Penang sekadar untuk mengucapkan “selamat tinggal”.

Ahli penerbangan lainnya juga mengatakan jika bukti menunjukkan ke pesawat yang sengaja diarahkan ke lautan.

Namun, rencana pilot untuk membuat pesawat menghilang dianggap tidak sempurna. Teknologi komunikasi satelit membantu dalam memberikan data penerbangan. Data itu menyatakan bahwa pesawat pergi ke selatan Samudera Hindia.

“puing-puing yang pernah ditemukan membuktikan bahwa flap diditurunkan selama pesawat meluncur ke bawah,” ujar Larry Vance, investigator senior dari Badan Keselamatan Transportasi Kanada.

Dia mengatakan, kecelakaan itu tidak disebabkan oleh cacat di pesawat, atau oleh beberapa intervensi dari luar yang tidak diketahui.

“Kami tahu bahwa pilot mengambil alihnya, dan kami tahu bagaimana dia mengambilnya, dan kami tahu di mana dia mengambilnya, dan kami tahu itu semua disengaja dan direncanakan dengan baik,” kata Vance. (IAN)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *