Fri. Jun 14th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

M1126 Stryker ICV, Ranpur Andalan Thailand Lungsuran dari Paman Sam

2 min read
M1126 StrykerUS Army

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand bersiap memboyong 37 unit kendaraan angkut infanteri M1126 Stryker ICV bekas pakai Amerika Serikat (AS) yang telah diperbarui (refurbished).

Mengutip pemberitaan Bangkok Post, biaya yang dikeluarkan Negeri Gajah Putih untuk program lungsuran ini mencapai 80 juta dolar AS.

Selain itu, Thailand juga berikutnya akan mendapatkan hibah 23 M1126 sehingga total berjumlah 60 unit.

Baca Juga: oshkosh-pamerkan-l-atv-versi-ambulans-pertama-kali-di-ausa-2019

Pembelian 37 Stryker mencakup kendaraan, sistem komunikasi, persenjataan, penyediaan hanggar, pengembangan latihan lapangan, suku cadang, dan perawatan.

Thailand menjadi negara pertama di luar AS yang diberi izin menggunakan kendaraan tempur infanteri varian angkut andalan militer AS ini.

US Army

Keluarga Stryker merupakan kendaraan tempur infanteri kelas medium beroda ban delapan. Kendaraan yang dibuat oleh General Dynamics Land Systems ini diproduksi sekira 5.000 unit dalam berbagai varian sejak tahun 2002.

Di AS sendiri, rencananya Stryker akan digunakan hingga tahun 2030.

Baca Juga: israel-lengkapi-ranpur-eitan-dan-namer-dengan-senjata-antitank-mandiri

Beberapa varian Stryker yang diproduksi meliputi ranpur antinuklir, radioaktif, biologi, dan kimia (CBRN), kendaraan evakuasi medik, kendaraan pembara mortir, kendaraan teknisi, kendaraan angkut personel, kendaraan komando, dan ranpur dukungan tembakan.

Stryker dilengkapi sistem persenjataan kendali jarak jauh (RCWS) dengan senjata utama senapan mesin M2 Browning kaliber 12,7 mm. Ranpur ini juga dilengkapi peluncur granat MK19 kaliber 40 mm atau senapan mesin M240 standar NATO. Ada pula tambahan peluncur granat asap M6.

US Army

Soal performa, M1126 mampu melaju di jalan raya dengan kecepatan maksimal hingga kecepatan maksimal 99 km/jam dan menjangkau jarak sejauh 502 km.

Baca Juga: al-wahsh-ranpur-andalan-yordania-yang-dipamerkan-di-idex-2019

Salah satu keunggulan ranpur Stryker adalah ketangguhan, kelincahan, dan daya tempurnya. Stryker juga merupakan ranpur yang telah combat proven dan digunakan AS dalam di berbagai palagan. Mulai dari perang Irak, Afghanistan, hingga Suriah.

Pembelian Stryker ICV dari AS telah mematahkan dugaan sebelumnya di mana Thailand akan mengakuisisi VN1, kendaraan angkut personel buatan China.

US Army

Kedekatan Thailand dengan AS menjadi salah satu pendorong dipilihnya Stryker oleh Thailand ketimbang produk China. Thailand seringkali diajak latihan militer bersama oleh AS. Tahun 2019 misalnya, militer Thailand diikutsertakan oleh AS dalam latihan bertajuk “Lightning Forge” di Hawaii.

Baca Juga: mengenal-vodnik-kendaraan-angkut-tempur-rusia

Pengiriman kelompok pertama Stryker ICV ke Thailand dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir tahun 2019 ini. Kawanan ranpur infanteri bekas pakai Paman Sam selanjutnya akan bernaung di bawah Divisi Infanteri 11 yang berbasis di Chachoengsao.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *