Fri. May 17th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Kembangkan Rudal PrSM, Manuver AS Imbangi Serangan Rudal Rusia di Eropa Timur

2 min read
PrSMLockheed Martin

ANGKASAREVIEW.COM – Sejak Rusia menganeksasi wilayah Krimea pada 2014, maka demi menghadapi tentangan dari koalisi NATO – Amerika Serikat (AS) dan kekuatan negara-negara Eropa lainnya, beragam persenjataan canggih pun telah digelar Beruang Merah ke wilayah perbatasan.

Lokasi penggelaran persenjataan Rusia yang sangat masif berada di Kaliningrad, kawasan kantung strategis Rusia yang berbatasan dengan Polandia dan Lithuania.

Tautan: S-300V1, Andalan Ukraina untuk Melawan Rudal Iskander dan Kalibr dari Rusia

Di Kaliningrad, Angkatan Darat Rusia tidak hanya menggelar sistem pertahanan udara S-400 untuk menjaga ruang udara, namun juga menggelar rudal jelajah permukaan ke permukaan hipersonik Iskander-M berdaya jangkau 500 km untuk menambah kekuatan serangan.

Menghadapi militer Rusia yang sudah dalam kondisi siap tempur dan makin agresif itu, AS sebagai pemimpin negara koalisi jelas tidak tinggal diam. Terlebih diketahui Rusia sudah menahan sejumlah kapal perang Ukraina sejak Septemper 2018 lalu,

Rudal Iskander-Madmin | Angkasa Review

Militer AS sangat memperhitungkan penggelaran rudal-rudal jelajah Iskander-M di Kaliningrad. Rudal dengan kecepatan 6-7 Mach dan jangkauan 310 mil (499 km) ini diketahui dapat menghancurkan sasaran hingga ke Berlin serta dua pertiga wilayah di Polandia dan Swedia.

Di tengah eskalasi ketegangan yang semakin meningkat, AS memutuskan untuk membangun program Rudal Serang Presisi (Precision Strike Missile – PrSM). PrSM yang bila dilafalkan menjadi ‘Prism’, merupakan rudal permukaan ke permukaan berkemampuan segala cuaca.

Tautan: 9 Mei, Rusia Akan Perlihatkan Rudal Balistik Terbaru Kinzhal dari MiG-31BM

Rudal PriSM dirancang dapat diluncurkan menggunakan sistem peluncur roket multilaras M270A1 MLRS maupun sistem roket artileri mobilitas tinggi M142 HIMARS. Rudal ini diproyeksikan dapat menjangkau jarak yang sama dengan Iskander-M yakni hingga kisaran 499 km (500 km).

PriSM menjadi senjata alternatif untuk menggantikan sitem rudal taktis angkatan darat (ATACMS). Pembuatan rudal ini akan dikerjakan oleh Raytheon dan Lockheed Martin.

PrSM

Meski demikian, rudal PriSM tampaknya tidak bisa digunakan dalam waktu lebih cepat karena dijadwalkan baru bisa menjalani uji demonstrasi kemampuan pada 2023 mendatang.

Tautan lain: Siap Operasional Tahun Depan, Rusia Sukses Uji Rudal Balistik Hipersonik Avangard

Sebagai salah satu rudal penghancur pangkalan kekuatan lawan, PrSM akan mendukung pasukan tempur dari mulai tingkat brigade, divisi, hingga korps.

A Winardi

editor: raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *