Mengenal URO VAMTAC ST5, Rantis Pengusung Rudal Starstreak Arhanud TNI AD

VAMTAC ST5Erliansyah

ANGKASAREVIEW.COM – Sekitar tahun 2016, Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD mulai diperkuat dengan sistem pertahanan udara ForceSHIELD buatan Thales Air Defense, Inggris. Sistem ini terdiri dari radar CONTROLMaster 200 dan kendaraan taktis (rantis) pengusung rudal antipesawat jarak dekat Starstreak.

Sobat AR, pengusung rudal Startreak terdiri dari dua tipe kendaraan. Pertama berbasis Land Rover Defender yang membawa sebuah peluncur rudal dengan sistem operasi manual. Kedua rantis UROVESA VAMTAC ST5 yang menggotong empat peluncur sekaligus yang dikendalikan menggunakan remote (RCWS).

Nah, berkisah mengenai VAMTAC ST5,  rantis berpenggerak 4X4 ini dibuat oleh URO VESA (Vehiculos Especiales SA). Perusahaan berbasis di Santiago, Spanyol ini mulai mengembangkannya sejak pertengahan 1990-an. Rantis yang menyerupai Humvee dari AS ini dijuluki sebagai VAMTAC (Vehiculo de Alta Movilidad Tactico) yang berarti rantis mobilitas tinggi.

Tautan lain: Pameran Alutsista TNI di Semarang, Ini Dia Deretan Arsenal Perang yang Dipajang

Sebagai rantis multiperan, VAMTAC dapat diaplikasikan untuk beragam kebutuhan dan misi. Di antaranya dapat digunakan sebagai wahana angkutan awak dan logistik, ambulans, komunikasi mobile (komob), komando & kontrol, serta sebagai platform pengusung senjata dan peluncur rudal.

VAMTAC

Produksi pertama VAMTAC untuk memenuhi kebutuhan militer Spanyol dibangun pada 1998-2003 yang dijuluki  sebagai Rebeco. Selanjutnya pada 2004-2010 di produksi varian baru S3 (wagon) dan I3 (pick-up). Sedangkan varian terbaru ST5 mulai diperkenalkan pertama kali dalam gelaran Eurosatory 2012 di Paris, Perancis.

Tautan lain: APR-2, Rantis Buatan Pindad yang Nyaris Terlupakan

Sebagai motor penggerak keluarga VAMTAC adalah mesin diesel 3.200 cc untuk seri S3 dan ST5 berdaya 188 hp. Sedangkan seri I3 berkapasitas 3.000 cc dengan daya 166 hp. Seluruh tipe kendaraan dilengkapi transmisi otomatis 5 gerak maju dan 1 gerak mundur. Kecepatan maksimum VAMTAC pada kisaran 135 km/jam dengan jangkauan operasi hingga 600 km.

VAMTAC

Sejak diproduksipada 1998, pabrik UROVESA telah memproduksi keluarga VAMTAC sekira 4.500 unit. Sebanyak 2.900 di antaranya digunakan militer Spanyol, selebihnya digunakan di 18 negara lain. Dikawasan Asia Tenggara selain Indonesia, VAMTAC juga dimiliki oleh militer Singapura dan Malaysia.

Tautan lain: Sherpa Light Scout, Rantis Andalan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-K di Libanon

Sobat AR, meski telah digunakan TNI AD, pada gelaran Indo Defence November 2018 silam, UROVESA kembali mempromosikan rantis andalannya. Dalam pameran yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut, ditampilkan ST5 wagon dan I3 versi pengusung mortir.

Rangga Baswara Sawiyya

 

editor: raider

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!