Thu. Jul 11th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Awas! Rusia Akan Tembak Jatuh Pesawat yang Melanggar Walaupun Pesawat Sipil

2 min read
MiG-31KR

ANGKASAREVIEW.COM – Kementerian Pertahanan Rusia ingin memastikan otoritasnya untuk menembak jatuh pesawat-pesawat terbang yang melanggar wilayah udara negara dan berpotensi besar menimbulkan bencana besar atau kematian.

Tidak terkecuali pesawat sipil komersial yang dibajak atau berpenumpang, termasuk dalam rancangan dekrit pemerintah yang disiapkan oleh militer Rusia.

Aturan tindakan terhadap pesawat yang melanggar perbatasan Rusia, terakhir kali ditetapkan tahun 1994. Dalam aturan itu, militer dilarang melakukan serangan terhadap sebuah pesawat jika diketahui ada penumpang atau sandera di dalamnya.

Dokumen baru yang akan dikeluarkan dan dijadwalkan mulai berlaku bulan depan ini, tulis Russia Today, telah melewati tahap umpan balik dari publik pada minggu ini.

Meski demikian, dikatakan bahwa perubahan ini sebenarnya lebih bersifat teknis saja karena pada dasarnya militer Rusia telah diberi wewenang untuk menggunakan kekuatan mematikan terhadap pesawat sipil melalui undang-undang antiterorisme.

Adapun dekrit baru, dimaksudkan guna menghilangkan adanya perbedaan pada pasal-pasal hukum yang berlaku di Rusia.

Seperti negara lain, Rusia belajar banyak dari kasus penyerangan dua menara kembar WTC di New York City tahun 2001 menggunakan pesawat sipil berpenumpang.

Pesawat sipil sekalipun, lanjut pemberitaan tersebut, dapat digunakan sebagai senjata mematikan yang diarahkan pada target-target bernilai tinggi sehingga menimbulkan bencana besar dan kematian.

KAL 007Istimewa

Rusia (Uni Soviet) memiliki catatan kelam ketika militer negeri itu pada 1 September 1983 menembak jatuh pesawat B747-200 Korean Air Lines KAL 007 setelah pesawat itu menyimpang ke wilayah udara Soviet karena kelalaian pilot.

Pesawat berisi 269 orang (23 awak dan 246 penumpang) itu ditembak jatuh oleh rudal K-8 yang dibawa oleh jet tempur pencegat Su-15 Flagon. Semua awak dan penumpangnya tewas.

Komandan militer yang memerintahkan penembakan kala itu menganggap bahwa sasaran tembak adalah pesawat mata-mata Boeing RC-135 Rivet Joint milik Amerika Serikat yang sedang mengumpulkan data-data intelijen.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *