Digadang Lebih Baik dari M109A2 SP, Inilah K9 Thunder si Penggebuk Segala Musuh

k9 thunderHanwha Land Systems

ANGKASAREVIEW.COM – Produksi sistem artileri swagerak K9 Thunder 155 mm/kaliber 52 beserta K10 sebagai kendaraan pemasok ulang amunisinya (ARV) yang dibuat Hanwha Land Systems hingga kini telah tembus lebih dari 2.000 unit, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. Perusahaan industri pertahanan asal Korea Selatan ini pun masih berharap produksinya masih akan berlanjut setidaknya tahun 2021.

K9 Thunder awalnya dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Negeri Ginseng ini (RoKA) untuk menghajar musuh dengan jarak yang lebih jauh. Industri kemudian mengembangkan kendaraan tempur dengan menghadirkan alutsista dengan jangkauan lebih jauh dan daya gempur yang lebih besar. K9 digadang memiliki kemempuan yang lebih baik dibandingkan sistem serupa buatan Bae Systems, M109A2 SP 155 mm/kaliber 39.

Selain memperkuat RoKA, K9 Thunder juga digunakan oleh beberapa operator luar negeri yakni Estonia (12 unit peremajaan siap dikirim), Finlandia (48 unit peremajaan siap dikirim), India (unit lengkap pertama baru saja dikirim, diikuti produksi lokal), Norwegia (24 unit baru siap dikirim), Polandia (lambung untuk sistem lokal) dan Turki (memproduksi versi lokal dengan nama Firtina).

Baca Juga:

Chunmoo II, Sistem Peluncur Roket Multikaliber Terbaru Besutan Hanwha

AD Korea Selatan Segera Dapatkan Panser Baru Hyundai Rotem K606 & K808

Hanwha Land Systems menyebutkan bahwa uji coba sistem artileri K9 Thunder SP juga telah dilakukan di Australia, Mesir, Malaysia, Spanyol dan Uni Emirat Arab (UEA).

Akhir tahun ini Guntur asal Korea Selatan ini akan menjalani uji coba tembak di Yuma Proving Ground dengan menggunakan proyektil 155 mm HE-ER (high-explosive extended range) kelas NAMMO tipe terbaru yang dilengkapi sistem persenjataan Precision Guidance Kit (PGK) dari Northrop Grumman.

NAMMO 155 mm HE-ER memiliki skrup pada unit base bleed (BB) yang memungkinkan mencapai jarak maksimum sejauh 40 km atau 25 mil.

Ke depannya sistem artileri swagerak ini akan menjalani dua fase modernisasi. Pertama, sistem senjata ini akan ditambahkan dengan unit daya tambahan (APU) yang memungkinkan sub sistem tetap berjalan ketika mesin diesel mati. Kedua, K9 Thunder juga akan mengusung sistem kontrol tembakan (FCS) berbasis komputer.

(ERY)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!