BPV-500, Drone Intai VTOL untuk Kapal Patroli Rusia Terbaru Vasily Bykov

Radar MMS

ANGKASAREVIEW.COM – Tak ingin tertinggal jauh, Rusia berlari kenjang dalam pengembangan pesawat tanpa awak (UAV) untuk militernya. Dua di antaranya adalah drone intai taktis garapan dalam negeri yang telah ditampilkan dalam Parade Hari Kemenangan di Moskow pada Mei lalu. Keduanya yakni Korsar versi sayap tetap yang telah teruji di medan perang Suriah dan drone versi helikopter bernama Katran.

Sobat setia AR, bila Korsar dan Katran diperuntukan sebagai sarana intai yang berbasis di darat, kini Kemhan Rusia juga memesan drone intai berbasis di kapal untuk digunakan oleh AL Rusia. Drone model sayap putar ini dikembangkan sejalan dengan pengembangan proyek kapal patroli baru Project 22160 Vasily Bykov-class.

Dipercaya sebagai pengembang adalah perusahaan Radar MMS. Drone VTOL yang dinamai BPV-500 tersebut mulai digarap pada 2016. Penampilan perdana BPV-500 di depan publik dilaksanakan di ajang International Maritime Defence Show (IMDS) yang berlangsung pada 28 Juni-2 juli 2017 di St. Petersburg.

Radar MMS memilih sistem rotor koaksial atau rotor utama model tumpuk berputaran lawan arah. Sistem rotor ini membuat heli lebih stabil saat hovering termasuk saat angin berhembus kencang serta dapat membawa muatan lebih dibanding heli berotor konvensional. Agar menghemat ruang selama tak digunakan di atas kapal, rotor BPV-500 dapat dilipat.

Untuk dapat dioperasikan dari atas dek kapal patroli Project 22160 yang tak memiliki ruang yang luas, drone BPV-500 beserta GCS (ground control system) dan peralatan pendukung lainnya ditempatkan dalam dua buah kontainer yang disimpan di ruang serbaguna yang tepat berada di bawah helipad yang bisa dibuka tutup.

Radar MMS

BPV-500 sendiri memiliki dimensi yang cukup besar yakni berukuran panjang 4,7 m, lebar 1,6 m, tinggi 2,6 m, dan bentang diameter rotor 6 m. Berat lepas landasnya (MTOW) mencapai 500 kg dan mampu membawa berbagai muatan seperti perangkat radio elektronik, radar, optik serta muatan senjata hingga 180 kg.

Durasi terbang BPV-500 mencapai 5,5 jam dengan jangkauan operasi hingga 320 km. Ketinggian terbang maksimum 3.500 m dan laju terbang maksimum mencapai 155 km/jam. BPV-500 dapat dioperasikan dalam berbagai kondisi cuaca mulai suhu -30 sampai +50 Celcius dan bisa terbang aman dengan kecepatan angin di atas permukaan hingga 15 m/detik.

Sobat setia AR, meskipun dek kapal patroli Project 22160 dapat dihinggapi helikopter sekelas Kamov Ka-27, namun penempatannya tak bersifat permanen karena selain memakan banyak tempat juga biaya operasional yang tinggi. Apalagi peran sebagai heli pengawasan dan pengintaian dapat dilakukan oleh drone yang lebih kecil dan berbiaya operasi rendah.

Zelenodolsk

Di atas kapal patroli Project 22160 ini, BPV-500 akan berperan sebagai wahana pengawasan kapal permukaan dan garis pantai, pengintaian di wilayah daratan es, patroli pencarian kapal selam. Lalu sebagai pemberi target untuk sistem senjata berbasis kapal hingga berperan sebagai wahan pertolongan seperti mengirimkan pelampung atau makanan ke korban terkena musibah.

Selain sebagai pengisi kapal patroli Project 22160 Vasily Bykov-class dan kapal AL lainnya seperti jenis korvet, Radar MMS  juga menawarkan BPV-500 sebagai wahana pengawasan untuk dioperasikan oleh satuan di bawah kendali Kementerian Situasi Darurat dan mata pengintai untuk Dinas Keamanan Federal Federasi Rusia (FSB) serta ditawarkan untuk ekspor ke negara lain tentunya.

Rangga Baswara Sawiyya

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!