Datang 18 Unit, Tuntas Sudah Paket Pengiriman Sistem Artileri M109A4 BE TNI AD

m109a4IPC Car Terminal

ANGKASAREEVIEW.COM – Setelah sebelumnya kiriman 18 unit Self Tracked Propelled Howitzer (artileri swagerak) M109A4 GS dari Belgia untuk Satuan Artileri Medan (Armed) TNI AD tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 25 Juli tahun lalu, beberapa hari lalu giliran kiriman 18 unit M109A4 BE tiba di tempat yang sama.

Kedatangan sistem artileri swagerak ini pada Senin (9/7/2018) lalu disertai dengan 4 unit tank command post dan 1 unit mobile crane. Mereka dikirim dari fasilitas produksinya di Antwerp, Belgium dan dikirim menggunakan kapal kargo MV Hoegh Chiba.

Menukil laman Defence-Blog, hadirnya paket alutsista tersebut merupakan bagian dari program pengadaan howitzer bekas pakai AD Belgia yang totalnya mencapai 38 unit. Selama puluhan tahun sistem artileri swagerak yang memperkuat pertahanan Indonesia dipercayakan pada AMX-13 MK61 kaliber 105 mm.

Laman Indomiliter menjabarkan, M109A4 Paladin merupakan versi improvisasi yang disematkan filter anti nubika (nuklir, biologi dan kimia).

Baca Juga:

Ranpur M113 Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Beraksi di Kebumen

Batalyon Mandala Yudha Kostrad Dapat Tambahan 5 Unit MBT Leopard 2Ri

Dalam proyek RAM (reliability, availability and maintainability) ini, bagian lainnya yang ditingkatkan termasuk kinerja subsistem antara lain filter udara mesin, kipas pendingin mesin dan mekanimsme putaran kubah. Selain itu, ditambahkan juga protective cover untuk berbagai sensor di atas bodi serta penambahan starter circuit relay.

M109A4 namanya terbilang cukup tenar. Howitzer ini telah memiliki cap jempolan di Perang Vietnam, Perang Yom Kippur, Perang Iran-Irak, Perang di Sahara, Perang Teluk, Perang Irak, dan yang terbaru digunakjan Arab Saudi saat menyerang Yaman.

Selain Indonesia, ada dua negara di regional Asia Tenggara yang juga memperkuat diri dengan Paladin. Namun bedanya, versi yang mereka miliki di atas versi milik Indonesia. Thailand tercatat memiliki 20 unit M109A5 dan Malaysia memiliki 30 unit M109A6.

Dari segi daya hantam, M109A4 mengadopsi jenis L/39 Howitzer M185 kaliber 155 mm. Jarak tembak konvensionalnya mencapai 18 km dan jika menggunakan RAP (Rocket Assisted Projectile), proyektilnya mampu menghajar sasaran pada jarak 30 km. Semantara sudut elevasi laras dapat digerakkan -3 sampai 75 derajat.

Sebagai negara NATO, Belgia memiliki ratusan unit M109 dari seri A2, A3 dan A4 yang totalnya 127 unit. Dari jumlah tersebut, 64 unit telah di-upgrade menjadi versi A4, dan kemudian dijual ke Indonesia dan Brasil.

Selain M109A4, wahana tempur darat bekas pakai AD Belgia yang dimiliki TNI AD adalah ranpur APC M113 A1. Ranpur bekas pakai lainnya adalah MBT Leopard 2A4/2Ri dari Ad Jerman (Bundeswehr).

(ERY)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!