Su-57 ke Suriah Bukan untuk Berperang, Tapi Menguji Sistem Elektronik

Su-57Su-57/Roman Zelentsov

ANGKASAREVIEW.COM – Banyak yang mempertanyakan, benarkah Su-57 dikirim Rusia ke Suriah untuk bertempur? Sudah siapkah jet siluman generasi kelima ini duel di udara? Apakah semua sistem di pesawat ini, termasuk sistem radar dan persenjataan yang paling vital bagi penempur, sudah benar-benar siap digunakan?

Kementerian Pertahanan Rusia rupanya punya maksud-maksud tersendiri “menyekolahkan” Su-57 sejak dini ke medan konflik multinegara. Tidak lain agar jet tempur masa depan ini cepat beradaptasi dengan lingkungan peperangan sekaligus untuk menguji sistem perang elektronik dan perangkat radarnya.

Demikian alasan yang menjadi sebab dikerahkannya Su-57 ke Suriah sebagaimana dikutip Kommersant (26/2/2018) — koran harian bisnis dan politik di Rusia yang telah berusia lebih satu abad — dari sejumlah sumber mereka.

Baca juga: Medan Tempur Neraka, Tiga Pesawat Ini Rontok di Suriah

Di Suriah, tulis Kommersant, Su-57 menguji sistem perang elektronik dan radar. Sementara untuk penggunaan persenjataan belum masuk dalam perencanaan. Su-57 ditempatkan di Pangkalan Udara Khmeimim, Provinsi Latakia, bersama dengan Su-35S, Su-25, Su-30SM, dan lainnya.

Sumber-sumber Kommersant menerangkan, pengujian pesawat tempur di medan perang merupakan hal penting dalam rangka menunjukkan kapabilitas industri militer Rusia. Selain itu, guna menciptakan impresi positif dari aksi-aksi yang dilakukan militer Rusia di Suriah yang kini tengah menjadi sorotan dunia.

Salah satu sistem elektronik Su-57 adalah Sh121 MIRES (multifunctional integrated radio electronic system) dan 101KS Atoll electro-0ptical system. Sh121 mencakup sistem radar N036 Byelka dan L402 Himalaya ECM. Untuk Byelka sendiri apabila ditelusuri lagi di dalamnya terdapat sistem radar aktif (AESA) atau radar pasif (PESA).

Prototipe Su-57 terbang pertama kali pada 29 Januari 2010. Pengiriman gelombang pertama 12 pesawat ini kepada militer Rusia dicanangkan baru dilaksanakan pada 2019 atau tahun depan. Hingga saat ini baru 11 unit Su-57 dibuat, terdiri dari 10 unit prototipe uji dan satu prototipe produksi. RONI SONTANI

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!