Saat Dua Pilot Bertemu Jajaki Kerja Sama Diklat Penerbangan

AR

ANGKASAREVIEW.COM – Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan (STPI) Curug Capt Novyanto Widadi, S.AP, M.M dan Gubernur Aceh Dr. Capt. drh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc sama-sama penerbang dan pejabat. Keduanya dipercaya negara untuk memimpin instansinya masing-masing.

Soal terbang, itu hobi yang ditekuni kedua pejabat yang juga pilot ini. Capt Novy hobi terbang aerobatik menggunakan pesawat Super Decathlon buatan Champion Aircraft Corporation, Amerika Serikat, sementara Capt Irwandi hobi terbang sport menggunakan pesawat swayasa Shark buatan Shark.Aero, Cekoslowakia.

Sebagai pejabat, keduanya sibuk. Akan tetapi, sesibuk apapun menjalankan tugas, keduanya berupaya menyisihkan waktu untuk dapat menyalurkan hobi terbang yang sudah mengalir dalam darah diri masing-masing sejak kecil.

Irwandi Yusuf bahkan ingin membuktikan, menggapai cita-cita menjadi penerbang yang telah terpendam sejak lama itu dapat diwujudkan walau usia yang sudah tak muda lagi. Di laman media sosialnya ia pun memberikan inspirasi.

STPI

Saya ingin memberikan teladan kepada kaum muda Aceh bahwa menjadi penerbang itu bukan perkara sulit. Saya masuk pendidikan pilot ketika sudah berusia tua, 53 tahun,” tulis kelahiran Bireun, 2 Agustus 1960 tersebut.

“Hey anak muda Aceh!!! Saya yg sudah tua saja, dan sdh pernah kena stroke lagi, masih bisa menjadi pilot kenapa kalian yg muda2 ini masih takut pada ketinggian? Padahal anak2 Aceh terkenal se nusantara ini memiliki tubuh yang bagus dan mental paling berani,” lanjutnya.

Demikian halnya dengan Ketua STPI, tumbuh sebagai penerbang pesawat C212 dari kawah candradimuka Akademi Angkatan Udara (AAU) dan Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI Angkatan Udara, membawanya pada suatu dorongan untuk mengajak masyarakat umum mencintai dunia kedirgantaraan.

Hobi aerobatik yang ditekuninya kini, merupakan suatu kelanjutan dari saat ia menjadi Jupiter 434, Instruktur Penerbang di Sekbang TNI AU, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Saat menjadi Instruktur Penerbang ia mentrasfer ilmu kepada para siswa Sekbang TNI AU bagaimana melakukan suatu penerbangan aerobatik yang merupakan bagian dari silabus pendidikan di sana.

Ketua STPI gencar melakukan sosiasasi pentingnya negeri ini memiliki sumber daya bidang penerbangan yang mumpuni dan diakui kapabilitasnya di tingkat dunia. Salah satu yang kini disasar dan digencarkannya adalah Diklat Pemberdayaan Masyarakat dari Aceh hingga Papua.

Melalui pertemuan dengan Gubernur Aceh pada Selasa, 9 Januari 2018, di Kantor Gubernur Aceh, Ketua STPI menawarkan penjajakan kerja sama antara lain untuk Outbase Training Sekolah Penerbang di Aceh, kerja sama peningkatan kapabilitas lulusan SMK Penerbangan di Aceh, dan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Aceh.

STPI

Dalam penjajakan kerja sama itu Ketua STPI didampingi oleh Kabag Umum BPSDMP Kementerian Perhubungan, Kepala BP2IP Malahayati, serta beberapa pejabat STPI dan staf.

Sementara Gubernur Aceh didampingi oleh Kadishub, Kadisdik, Danlanud Sultan Iskandar Muda, dan beberapa pejabat lainnya.

Sinergi antara STPI Curug dengan Provinsi Aceh, diharapkan dapat membawa suatu keberkahan dalam menghasilkan lulusan-lulusan sumber daya bidang penerbangan berkualitas yang dapat membawa Indonesia ke tataran tingkat dunia.

“Kami, STPI Curug, dari luar negeri saja sudah mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan diklat-diklat bidang penerbangan dengan mendidik siswa mereka yang jumlahnya akan terus bertambah. Di dalam negeri, tentunya kami juga punya tanggung untuk menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas,” ujar Ketua STPI kepada Angkasa Review. RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!