India Sukses Uji Coba Ketiga SAAW, Bom Penghancur Pangkalan

DRDO

ANGKASAREVIEW.COM – India baru-baru ini telah berhasil melakukan uji coba ketiga bom buatan mereka yang memiliki daya hancur menakutkan. Senjata pintar anti-pangkalan udara (Smart Anti-Airfield Weapon/SAAW) tersebut sekaligus membuka jalan untuk memasok bom pintar ini ke Angkatan Bersenjata mereka.

Bom ringan yang dibuat oleh para ilmuan India ini akan berperan besar dalam misi penyerangan untuk menghancurkan instalasi darat dan landasan pacu musuh.

Dalam uji cobanya, bom SAAW diangkut menggunakan pesawat milik Angkatan Udara India (IAF) dari sebuah lokasi uji terpadu yang terletak di pantai timur Chandipur di Odisha.

Direktur Jenderal Sistem Strategis dan Rudal DRDO (Defence Research & Development Organisation), Dr. G. Satheesh Reddy menggambarkan bom tersebut sebagai tonggak sejarah penting dari kemampuan putra-putri India dalam mengembangkan bom berpengendali.

SAAW merupakan proyek yang dikembangkan oleh Research Centre Imarat (RCI) – bagian dari DRDO – bersama AU India.

“Bom berpengendali dilepas dari pesawat dan dikendalikan menggunakan sistem navigasi presisi, mencapai target pada jarak lebih dari 70 km dengan tingkat akurasi yang tinggi. Dari total tiga dengan kondisi peluncuran dan jarak yang berbeda, uji coba telah berhasil dilaksanakan dan meraih kesuksesan,” tutur Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Jumat (3/11) lalu.

Nirmala Sitharaman, Menteri Pertahanan India, mengapresiasi kesuksesan yang telah diraih oleh para ilmuan DRDO dan AU India tersebut. Dikatakan, bom berpengendali ini lebih murah untuk dibangun, karena tidak seperti rudal. Bom jenis ini tidak dilengkapi motor (mesin) dan dilepas dari sebuah kontrol permukaan berukuran kecil yang mengarahkan senjata ke arah target.

Long-range SAAW mampu diluncurkan dari pesawat tempur Jaguar dan Su-30. Bom ini juga dapat diintegrasikan juga ke jet tempur Rafale ke depannya.

Pada awal tahun ini, AU India juga telah berhasil melakukan uji bom presisi berpengendali HSLD (high-speed low drag) seberat 500 kg di wilayah barat negara bagian Rajasthan. Seperti SAAW, bom tersebut memiliki peran penting dalam misi penyerangan yang dibawa menggunakan jet tempur untuk melumat habis instalasi darat dan landasan pacu musuh. FERY SETIAWAN

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!