Gagal dalam Seleksi Kadet AU Rusia, Gadis Ini Surati Menhan

Nikolai Khizhniak

ANGKASAREVIEW.COM – Berdasarkan pengumuman yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Rusia pada 12 Agustus lalu, negeri beruang merah raksasa ini pun melakukan perekrutan pilot wanita untuk pertama kalinya pasca keruntuhan Uni Soviet. Tercatat, sebanyak 214 gadis belia Rusia mendaftar menjadi calon kadet Angkatan Udara Rusia di Sekolah Tinggi Penerbangan Militer Krasnodar. Dengan ketatnya proses seleksi, rekrutmen tersebut hanya menyisakan 15 kadet.

Dari ratusan peserta yang gagal, seorang gadis bernama Anna Shcherbakova menolak menyerah pada keadaan. Ia yang gagal karena kekurangan satu poin mengadu nasibnya dengan menulis surat ke Menteri Pertahanan Rusia untuk dimasukkan ke sekolah itu.

Orangtuanya yang kebetulan eks militer Rusia pun membantu anaknya dengan menulis surat dan mengirim surat rekomendasi dari Institut Kebudayaan Fisik Perm, tempat Anna sekolah.

Dengan perintah khusus Menteri Pertahanan, akhirnya nama Anna pun masuk dalam daftar jajaran kadet ratu langit AU Rusia angkatan pertama. Dengan begitu, jumlah kadet yang semula hanya tersaring 15 orang menjadi 16 kadet.

“Saya memiliki sebuah tujuan, saya telah bekerja untuk itu, dan saya mencapainya,” kata Anna dengan sukacita.

Nikolai Khizhniak

Pada 30 September lalu, 16 gadis belia tersebut pun melakukan sumpah militer mereka. Mereka mengucapkan sumpah di depan ratusan taruna laki-laki dan pejabat tinggi dari Kementerian Pertahanan. Walau harus menahan emosi, rasa gembira, tegang dan bangga tampak jelas di wajah mereka.

Para orangtua kadet berada di tengah keramaian, melihat dengan bangga anak-anak mereka menjadi orang-orang terpilih untuk menjadi ratu di langit Rusia.

Hadir tamu terhormat dalam upacara pengambilan sumpah tersebut seperti Yelena Serova, kosmonot yang sudah pensiun dan kini menjadi politikus. Ia adalah salah satu penguji yang mengikuti kegiatan para gadis itu di setiap tahap tes.

Pada kesempatan itu, ia mengingat masa Perang Patriotik Raya, saat di mana pilot wanita bertempur di udara bersama laki-laki. “Kalian adalah patriot Rusia. Negara ini akan tergantung pada Anda,” ungkapnya.

Sementara perwakilan dari Pasukan Kedirgantaraan Rusia, Sergey Dronov, mengatakan bahwa taruna perempuan harus bangga dengan diri mereka.

Pada akhir upacara, gadis-gadis itu menanam 16 pohon dan mengubur sebuah kapsul dengan pesan untuk diri mereka sendiri yang akan dibuka dalam lima tahun, saat pelatihan mereka berakhir.

Pada hari berikutnya, 1 Oktober 2017, pendidikan pilot militer untuk 16 gadis belia Rusia ini pun resmi dimulai. FERY SETIAWAN (Sumber: RBTH Indonesia)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!