Disaksikan Donald Trump, Singapore Airlines Borong 20 Boeing 777-9 dan 19 Boeing 787-10

Alex Beltyukov

ANGKASAREVIEW.COM – Singapore Airlines melakukan gebrakan terbaru. Disaksikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, maskapai Negeri Singa melakukan penandatanganan pemesanan 39 unit pesawat badan lebar buatan Boeing terdiri dari 20 Boeing 777-9 dan 19 Boeing 787 Dreamliner senilai 13,8 miliar dolar. Dalam kesepatan tersebut, SIA juga menyampaikan opsi tambahan 12 unit, masing-masing enam unit untuk 777-9 dan 787-10.

Penandatanganan dilakukan di Gedung Putih, AS oleh Goh Choon Phong (SIA CEO) dan Kevin McAllister (Presiden dan CEO Pesawat Komersial Boeing) pada Senin (23/10/2017). Turut hadir dalam acara tersebut adalah Peter Seah (Komisaris SIA), Dinesh Keskar (Wakil Presiden Senior SIA untuk Asia Pasifik dan India), serta para pejabat kedua perusahaan lainnya.

Penandatanganan jual-beli tersebut juga sekaligus memastikan Singapore Airlines akan menjadi launch customer bagi pesawat Boeing 787-10 yang rencananya akan dikirimkan Boeing ke Singapura pada semester pertama tahun depan. Sebelum ini, SIA juga telah menandatangani pemesanan 30 unit 787-10 sehingga total akan menjadi 49 unit 787-10, menjadikannya sebagai maskapai terbesar pengguna Dreamliner varian 10.

Akan halnya triple seven, SIA juga merupakan salah satu maskapai pengguna terbesar pesawat tersebut dengan mengoperasikan kurang lebih 50 unit 777. Dalam perencanaannya, SIA akan menggunakan armada 777-9 untuk penerbangan jarak jauh, sementara 787-10 untuk melayani penerbangan jarak menengah.

AFP

Hubungan Singapura dengan AS, khususnya dalam hal ini Singapore Airlines dengan Boeing dapat dikatakan sangat erat sekali sejak lama. Hal ini dapat dilihat misalnya dari penggunaan pesawat-pesawat Boeing oleh SIA maupun oleh maskapai subsider SIA seperti SilkAir, Scoot, dan SIA Cargo yang mengoperasikan pesawat-pesawat buatan Boeing: 737 MAX 8, 737-800, 787-8, 787-9, maupun 747-400 kargo.

“SIA sudah menjadi pelanggan Boeing sejak beberapa dekade lalu dan kami sangat senang bisa menyelesaikan rumusan akhir pemesanan pesawat badan lebar ini. Pesawat-pesawat ini akan mendukung program kami mengoperasikan pesawat modern yang sekaligus hemat bahan bakar. Armada-armada baru ini juga akan membawa kami pada peluang-peluang pertumbuhan baru, yaitu memperluas jaringan dan memberikan penawaran-penawaran baru pada pelanggan kami,” ujar Goh dalam sambutannya.

Senada dengan Goh, McAllister menyatakan bahwa Boeing dan Singapore Airlines telah menjalin kemitraan kuat sejak 70 tahun lalu. “Kami telah bermitra secara kuat sejak Singapore Airlines beroperasi 70 tahun lalu. Pesanan terbaru dari SIA ini sekaligus akan menjadi pembuktian bagi pesawat-pesawat badan lebar kami untuk menjadi yang terdepan di pasaran. Kami akan mengirimkan pesawat pertama 787-10 kepada SIA tahun depan,” kata McAllister.

Tentang 787 yang diberi julukan Dreamliner, Boeing menjabarkan, pesawat ini telah dipesan sebanyak 1.280 unit oleh 70 pelanggan di seluruh dunia dan 600 unit di antaranya telah digunakan saat ini. Keluarga 787 ditawarkan dalam tiga varian yakni 787-8, 787-9, dan 787-10 dengan kapasitas bawa penumpang antara 200 hingga 350 orang. Secara akumulasi, pesawat ini telah menerbangkan sekira 200 juta orang pada 560 rute termasuk 156 rute nonstop dan menghemat penggunaan bahan bakar hingga 19 miliar pon.

Sementara 777X yang diluncurkan sejak 2013 dalam dua varian yakni 777-8 dan 777-9 dikatakan merupakan pesawat terbesar di kelas pesawat badan lebar dua mesin dan yang paling irit bahan bakar saat ini. Boeing menyebut 777-9 adalah pesawat dengan biaya operasi paling rendah per tempat duduk dibanding pesawat komersial lainnya. Boeing 777-9 berkapasitas 400 hingga 425 penumpang. Pesawat bermesin General Electric GE9X-105B1A ini mampu terbang sejauh 7.600 mil laut atau 14.075 km. RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

265 views