Kabar Gembira, STPI Akan Didik Santri Jadi Pilot dan Teknisi Secara Gratis

Lanud Wir

ANGKASAREVIEW.COM – Kabar gembira bagi santriwan/santriwati pondok pesantren. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug membuka pendaftaran bagi lulusan pesantren untuk dididik menjadi pilot, teknisi pesawat udara, dan operasi bandar udara. Pendidikan akan dilaksanakan di STPI hingga lulus secara gratis.

Untuk tahap pertama, pendaftaran dibuka mulai September hingga 31 Oktober 2017 bagi pesantren-pesantren di wilayah Jawa Barat, khususnya di wilayah Priangan Timur seperti Tasikmalaya, Ciamis, Banjar/Pangandaran, Garut, Sumedang, dan sekitarnya.

Ketua STPI Curug Capt Novyanto Widadi, S.AP, M.M mengatakan, pada tahap pertama yang juga menjadi proyek percontohan ini, STPI akan mendidik 12 taruna penerbang, 24 taruna teknisi pesawat udara, dan 24 taruna operasi bandar udara. “Pendidikan kami berikan secara gratis menggunakan anggaran dari STPI,” ujar Novyanto di kantornya.

Ron | Angkasa Review

Dijelaskan lebih lanjut, proyek ini merupakan permintaan langsung dari Presiden Joko Widodo agar lulusan STPI juga ada yang berasal dari kalangan pesantren dan mengantongi titel sarjana agama. Selain dididik menjadi pilot, diharapkan para taruna teknik yang nantinya akan lulus dari STPI dengan standar EASA ini dapat diterima bekerja hingga ke luar negeri seperti di kawasan Timur Tengah. “Tentunya untuk mengisi kebutuhan di dalam negeri terlebih dahulu seiring tumbuhnya pembangunan bandara-bandara di daerah,” ujar Novyanto.

Proses perekrutan, lanjutnya, dilakukan hingga 31 Oktober 2017 dan bisa saja diperpanjang karena efektif penerimaan akan dilaksanakan pada Maret 2018. Setelah proses rekrutmen di Jawa Barat selesai, ke depannya STPI juga akan membuka pendaftaran yang sama bagi pesantren-pesantren di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Untuk Jawa Tengah khususnya wilayah Tegal dan sekitarnya, sementara untuk Jawa Timur itu di Lirboyo dan sekitarnya,” jelas Ketua STPI.

STPI

Novy panggilan akrab Novyanto menambahkan, proses perekrutan dilakukan dengan tetap mengacu pada standar yang telah ditentukan. “Kami sebagai sebagai sekolah milik negara tentunya tetap menenkankan pada standar mutu dan standar kompetensi dalam proses rekrutmen para calon taruna, karena mereka harus menjadi lulusan unggulan,” tandasnya.

Proses seleksi penerimaan calon taruna/taruni (Sipencatar) STPI dari pesantren di wiayah Priangan Timur akan dilaksanakan di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya. Dalam rangka itu pula Ketua STPI Capt Novyanto Widadi telah melakukan penandatanganan kesepahaman (MoU) dengan Komandan Lanud Wiriadinata Letkol Pnb Safeano Cahyo di Tasikmalaya, Kamis (12/10/2017). Para santriwan/santriwati yang berminat dipersilakan mendatangi langsung Lanud Wiriadinata untuk mendaftar. RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

556 views