Saab Berharap Kerja Sama dengan TNI dan Industri Pertahanan Indonesia Lebih Erat

Saab

ANGKASAREVIEW.COM – Perusahaan pertahanan dan keamanan asal Swedia, Saab, berharap dapat meningkatkan keeretan kerja sama dengan Indonesia, khususnya dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu dikatakan Kepala Saab Indonesia, Anders Dahl, kepada media usai menyaksikan penutupan pendidikan “Technology Forecasting and Long-Term Defence Planning” yang diikuti 16 orang (13 perwira TNI dan 3 insinyur dari industri pertahanan) selama enam bulan dengan beasiswa penuh dari Saab.Upacara penutupan (graduation ceremony) dilaksanakan di Mabes TNI Cilangkap, Rabu (16/8/2017).

Pendidikan kursus enam bulan dilaksanakan Saab bekerja sama dengan Swedish Defence University (SEDU) menggunakan modul-modul materi perkuliahan yang dikirimkan dari Swedia melalui internet. Siswa melaksanakan perkuliahan jarak jauh di Indonesia dan pada sesi akhir perkuliahan dilaksanakan kuliah tatap muka, tiga minggu di Indonesia dan tiga minggu di Swedia.

Di Swedia, selain melaksanakan perkuliahan dan diskusi di SEDU, para siswa juga dibawa mengunjungi berbagai industri pertahanan Swedia di empat kota, yakni di Gothenburg, Stockholm, Karlskoga, dan Linkoping. Mereka diberikan kesempatan untuk melihat proses produksi teknologi yang dikembangkan oleh Saab.

Ron | Angkasa Review

Setelah itu, para siswa diminta untuk melakukan analisis dan menggambarkan tantangan dalam mengembangkan sistem konsep operasi (CONOPS) dan melakukan evaluasi sistem secara terperinci dengan menggunakan metodologi penilaian teknologi militer. Salah satu di antaranya adalah teknologi mengenai pengamatan udara dan kemaritiman serta penanggulangan pencurian ikan (illegal fishing).

“Kami sangat bangga bahwa 16 perwira dan insinyur telah berhasil menyelesaikan program ini dengan sangat baik. Ini adalah hasil yang bagus untuk program beasiswa Saab dan komitmen Saab untuk berbagi pengetahuan dan mentrasnfer teknologi ke Indonesia,” ujar Dahl.

Saab saat ini menyediakan beasiswa pendidikan untuk 50 orang Indonesia dan baru 28 yang diisis. Tersisa kesempatan untuk 22 orang lagi di mana beasiswa ini dimungkinkan juga untuk mahasiswa.

“Ke depan mungkin kami akan menambah kuotanya,” jabar Dahl yang melihat geografi Indonesia dan Swedia memiliki kesamaan. “Swedia memiliki kepulauan dan lautan sebagaimana Indonesia. Banyak kesamaan dari kedua negara sehingga kami tertarik untuk berbagi ilmu dan teknologi dengan Indonesia serta mengembangkan kerja sama lebih jauh,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, Swedia yang berpenduduk 9,8 juta jiwa memiliki 28.000 pulau-pulau kecil yang menyebar di beberapa kepulauan seperti Kepulauan Stockholm dan Kepulauan Smaland. Pulau-pulau tersebut memiliki banyak potensi ekonomi dan pariwisata sebagaimana pulau-pulau yang ada di Indonesia yang perlu dijaga menggunakan teknologi pertahanan.

Ron | Angkasa Review

Sementara itu, Asisten Personel TNI Marsekal Muda TNI Dedy Permadi yang hadir memberikan sambutan penutupan kegiatan, menyambut baik dan positif program yang telah dilaksanakan oleh Saab ini. Dikatakan, melalui pendidikan/kursus ini para siswa dilatih untuk merencanakan sesuatu dengan ancaman yang ada. Sehingga, kita bisa mengetahui kebutuhan alutsista macam apa untuk menetralisir ancaman tersebut.

“Bagus, program ini kan untuk melatih para siswa di level perwira menengah bagaimana mengembangkan ilmu, taktik, dan teknologi yang kita miliki. Ke depannya pasti akan sangat bermanfaat dan di situ akan lahir usulan-usulan atau rekomendasi kepada Mabes TNI yang akan menjadi bahan pertimbangan Panglima TNI,” urai mantan Gubernur AAU dan Aspers KSAU ini.

Dedy melihat Swedia memiliki industri pertahanan yang bagus, Saab dalam hal ini. Sehingga, melalui program pendidikan, kursus, maupun seminar yang ditawarkan oleh Saab, TNI menyambutnya dengan baik.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!