Boeing 747-8, Flying Office Terbaru Presiden AS

Boeing

Boeing 747-8, Jumbo Jet terbaru pabrikan Boeing, Amerika Serikat akan meneruskan tradisi lebih setengah abad menjadi pesawat kepresidenan Gedung Putih.

Hal itu menyusul permintaan AU AS yang memercayakan penuh kepada Boeing untuk memodifikasi dua 747-8 menjadi “Flying Office” atau kantor terbang sang presiden Paman Sam.

Pesawat sayap tetap (fixed wing) kepresidenan AS yang biasa disebut dengan “Air Force One” saat ini adalah dua unit B747-200B yang juga diberi kode VC-25. Sementara untuk helikopter, biasa disebut “Marine One” menggunakan SH-3 Sea King atau VH-60N White Hawk yang berukuran lebih kecil, keduanya buatan Sikorsky.

Berikutnya, heli terbaru kepresidenan AS akan menggunakan VH-92A, juga buatan Sikorsky yang kini telah melebur ke dalam Lockheed Martin.

Air Force One, julukan ini awal mulanya digunakan di kalangan para pengatur lalu lintas udara (ATC) sebagai kode untuk menyebut pesawat kepresidenan AS. Istilah ini kemudian diresmikan penggunaannya tahun 1953, yaitu sepuluh tahun setelah pesawat amfibi Boeing 314 Clipper digunakan sebagai pesawat kepresidenan Franklin D. Roosevelt tahun 1943.

Dari Clipper, Air Force One berikutnya yang digunakan presiden AS adalah Douglas C-54C (DC-4) Skymaster semasa Presiden Roosevelt dan Harry S. Truman (1943-1945), Douglas VC-118 (DC-6) Liftmaster semasa Presiden Harry S. Truman (1947-1953), Boeing 707 (V-137A) semasa Presiden Dwight D. Eisenhower, John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson, dan Richard M. Nixon (1959-1962), Boeing 707 (VC-137C) semasa Presiden John F. Kennedy, Lyndon B. Johnson, Richard M. Nixon, Gerald R. Ford, James E. Carter, Ronald W. Reagen, George H.W Bush (1962-1990), dan Boeing 747 (VC-25A) semasa Presiden George H.W Bush, William J. Clinton, George W. Bush, Barack H. Obama, Donald J. Trump (1990-sekarang).

Daily Mail

B747-200B atau VC-25A yang saat ini digunakan Air Force One, diawaki oleh 26 kru dan dirancang dapat membawa 102 penumpang. Tentu saja kapasitas ini disesuaikan agar tingkat kenyamanan di dalam kabin pesawat sangat maksimal. B747-200 sendiri dirancang mampu membawa 366 penumpang atau bahkan untuk konfigurasi maksimal mencapai 480 penumpang.

Dibandingkan dengan B747-200 Air Force One yang digunakan Gedung Putih sejak 1990, Boeing 747-8 generasi ketiga keluarga B747 ini memiliki badan lebih panjang, desain sayap yang baru, dan efisiensi penggunaan lebih tinggi. Jumbo Jet 747-8 yang digagas tahun 2005 dan terbang perdana tahun 2010 itu merupakan pesawat terbesar dari keluarga 747.

Boeing membuat dua varian 747-8 yakni 747 Intercontinental (747I) untuk penumpang dan 747-8 Freighter (747-8F) untuk kargo. Sedikitnya 134 unit order pesanan telah diterima Boeing untuk kedua pesawat, terdiri dari 86 untuk kargo dan 48 untuk penumpang.

Jujur harus diakui, kemunculan 747-8 yang semula diharapkan dapat menjadi ratu baru pasar pesawat badan lebar, agak meleset dari prediksi. Bisa jadi, era model 747 dengan dua lantai di bagian depan yang terkenal dengan julukan “Queen of the Sky” dan menjadi gebrakan Boeing sejak tahun 1969 sudah terkesan “usang”?

Di lingkup pesawat komersial badan lebar, tak dimungkiri pasar dunia kini sedang menggandrungi A330-300 atar A350 XWB keluaran Airbus atau 777-300ER dan 787 Dreamliner dari Boeing sendiri.

Boeing 747-8 dibanding B747-200 menghasilkan emisi gas buang CO2 yang lebih sedikit, yakni 16 ton emisi dalam satu kali penerbangan.

Sementara untuk jarak jelajah, 747-8 mampu terbang langsung dari Hong Kong ke Washington sejauh 7.730 mil laut (14.320 km), atau 1.000 mil laut lebih jauh dari kemampuan 747-200 yang hanya mampu terbang langsung dari Tokyo ke Washington.

Demikian juga untuk kecepatan jelajah maksimal, 747-8 mampu mengungguli 747-200 dengan angka 0,855 Mach dibanding 0.84 Mach kemampuan jumbo jet terdahulu. Hal ini, klaim Boeing, bahkan menjadikan 747-8 sebagai pesawat badan lebar tercepat di dunia saat ini.

Dalam hal daya angkut maksimal, 747-8 memiliki MTOW (maximum take-off weight) sebesar 987.000 pon (447.700 kg), lebih besar 154.000 pon dibanding 747-200 yang 833.000 pon.

Sementara desain sayap, lebih panjang 29 kaki dibanding 747-200 dan panjang badan mencapai 250 kaki 2 inci, artinya lebih panjang 18 kaki 4 inci dibanding seri 200. Dalam ukuran metrik, 747-8 memiliki dimensi panjang 76,3 meter, bentang sayap 68,4 meter, dan tinga 19,4 meter.

Layaknya pesawat kepresidenan AS, 747-8 didesain memiliki sejumlah ruangan khusus. Mulai dari ruangan sang presiden bersama first lady, ruang kerja, ruang rapat dengan para staf, dan ruang lainnya.

Pesawat dilengkapi berbagai perangkat elektronik canggih, baik untuk komunikasi, navigasi, maupun sistem pertahanan diri.

Penghematan anggaran yang menjadi salah satu isu usungan program presiden terpilih Donald Trump sewaktu berkampanye, adalah sorotan terhadap pemerintahan lama akan rencana penggantian pesawat kepresidenan AS yang dinilainya terlalu mahal kala itu.

Angkatan Udara AS sendiri pada 28 Januari 2015 telah mengajukan rencana penggantian pesawat kepresidenan VC-25A dengan Boeing 747-8 senilai empat miliar dolar AS. Desember 2016, Boeing disetujui mendapat kontrak 170 juta dolar AS untuk biaya tahap pengembangan awal pesawat tesebut.

Meski begitu, program penggantian VC-25A tetap dilanjutkan dan Boeing tetap dipilih sebagai pabrikan pembuat Air Force One. Hanya saja, nilai anggarannya yang dikurangi.

Woodys

Laman Defense One pada 1 Agustus 2017 menyebut, demi menurunkan anggaran itu, AU AS akhirnya memutuskan untuk membeli dua unit pesawat B747-8 yang telah dibuat Boeing namun batal dibeli oleh maskapai kedua terbesar Rusia, Transaero.

Transaero memesan empat 747-8 kepada Boeing pada 2013, namun dua tahun kemudian perusahaan itu dinyatakan bangkrut. Transaero sendiri baru membayar satu persen dari total nilai order sebesar 1,5 miliar dolar AS, sementara Boeing baru menyelesaikan dua unit dari empat unit pesanan itu.

Dua 747-8 dengan registrasi N894BA dan N895BA tersebut diketahui oleh para spotter pada Februari lala diterbangkan ke Bandara Logistik California Selatan di Victorville sebelum akhirnya disimpan di Gurun Mojave untuk sterilisasi dari korosi.

Satu pesawat yang ditaksir seharga 386 juta dolar AS itu, rencananya akan dimodifikasi oleh AU AS dan US Secret Service menjadi pesawat kepresidenan AS berikutnya. (RONI SONTANI | ANGKASAREVIEW.COM)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

389 views