Mengenang Tarung Udara Pitch Black 2012

RAAF

Dengan tekad bulat TNI AU mengirimkan empat pesawat Sukhoi Flanker Skadron Udara 11 terdiri dari 2 Su-27SKM dan 2 Su-30MK2 ke ajang latihan udara multinasional Exercise Pitch Black 2012 di Darwin, Australia pada 27 Juli hingga 17 Agustus 2012.

Langkah berani diambil KSAU saat itu Marsekal TNI Imam Sufaat setelah 22 tahun penyelenggaraan latihan bergengsi Pitch Black dilaksanakan oleh Australia.

Dengan begitu, armada Flanker TNI AU pada akhirnya bisa merasakan medan latihan udara bersama dengan negara-negara lain untuk pertama kalinya, yang tentunya masing-masing negara berupaya memperlihatkan hasil terbaik dalam ajang tersebut.

Skadron Udara 11 ditunjuk mewakili TNI AU. Selain mengirimkan empat Flanker yang didukung oleh 54 kru, TNI AU juga mengirimkan satu kolat (komando latihan) dan tiga pesawat C-130 Hercules. Total personel yang dikirim sebanyak 78 orang.

Exercise Pitch Black 2012 melibatkan exam negara terdiri dari Australia (AU dan AD), Amerika Serikat (Korps Marinir), Selandia Baru (AU), Singapura (AU), Thailand (AU), dan Indonesia (AU).

Dalam latihan itu sebanyak 94 pesawat militer ikut berpartisipasi dengan total peserta latihan mencapai 2.200 orang. Australia sebagai tuan rumah, menurunkan kekuatan antara lain penempur F/A-18F Super Hornet, B737-700 (E-7A) Wedgtail AEW&C, dan A330 (KC-30A) MRTT.

RAAF

An Indonesian Sukhoi SU-27 taxis in front of the Indonesian Air Force detachment area.Mid Caption:The RAAF’s Chief of Air Force, Air Marshal Geoff Brown met with senior members of the Indonesian Air Force and the Republic of Singapore Air Force (RSAF), including the Deputy Chief of the Air Staff of the Indonesian Air Force, Air Marshal Dede Rusamsi, as well as the RSAF Senior Lieutenant Colonel, Lim Chee Meng and Defence Adviser Colonel Ng Kin Yi in Darwin on 30 July 2012 as part of Exercise Pitch Black 12.

Kedatangan armada Su-27/30 yang amat dinanti oleh Australia, langsung disambut oleh armada F/A-18A/B Hornet dari Skadron Udara 77 AU Australia (RAAF) hingga masuk ke wilayah udara Darwin. Tak lama setelah itu, foto-foto empat Su-27/30 TNI AU yang terbang berama Hornet RAAF pun menghiasi laman-laman internet.

Sementara Singapura yang belum pernah absen mengikuti latihan Pitch Black, kali ini menurunkan F-16D dan F-15SG. Penempur kelas berat F-15SG dua tahun sebelumnya, pada 2010, pernah terbang bareng dengan Su-27/30 TNI AU di Bali dalam pelaksanaan 30 tahun Elang Indopura.

Selain menurunkan F-15SG, AU Singapura juga menyertakan pesawat AEW Gulfstream G550 dan KC-135 Stratotanker.

Pitch Black 2012 menggunakan area latihan yang luas di Bradshaw Field Training Area dan Delamere Air Weapon Range.

Materi latihan pertempuran udara dilaksanakan berbagai macam, seperti pertempuran udara jarak dekat dan jarak jauh, penyerangan terhadap sasaran darat, peringatan dini, komando kontrol udara, pengisian bahan bakar di udara, angkutan udara taktis, dan penerbangan malam.

Secara keseluruhan, walau kegiatan ini bersifat latihan multinegara, Pitch Black menjadi ajang presentasi keunggulan kekuatan udara masing-masing. Hal itu ditunjukan melalui skil dan hasil yang dicapai dalam setiap materi latihkan. Pitch Black juga menjadi semacam “show of force” bagi alutsista yang dimiliki masing-masing angkatan udara.

Kehadiran armada Flanker TNI AU bak sebuah misteri yang hendak dibuka tirainya. Walau penempur ini pernah coba ditarungkan dengan penempur-penempur lain di beberapa negara, namun untuk di kawasan Asia Tenggara, praktis baru kali itu Sukhoi dilibatkan.

Wakil KSAU saat itu Marsdya TNI Dede Rusamsi sebagai Ketua Delegasi TNI AU turut menghadiri pembukaan Exercise Pitch Black 2012 dan melakukan peninjauan ke Quick Reaction Facility (QRF) di mana armada Su-27/30 Skadron Udara 11 ditempatkan. (RONI SONTANI | ANGKASAREVIEW.COM)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!