Berapa Jumlah Awak Pesawat Hercules?

Pesawat C-130 Hercules | TNI AU

Jumlah standar awak pesawat C-130 Hercules yang dibutuhkan dalam setiap penerbangannya terdiri dari Captain Pilot, Co-Pilot, Navigator, dan Juru Radio Udara yang masing-masing terdiri dari satu orang. Kemudian ada pula  Juru Mesin Udara dan Juru Muat Udara yang masing-masing berjumlah dua orang. Sehingga total awak standar pesawat Hercules adalah delapan orang.

Apabila dalam keadaan darurat, pesawat Hercules dapat diawaki hanya oleh lima orang saja, terdiri dari Captain Pilot, Co-Pilot, Navigator, Juru Mesin Udara, dan Juru Muat Udara.

Selain awak pesawat yang telah disebutkan tadi, ada pula awak lain yang kadang menyertai penerbangan pesawat Hercules. Yaitu Flight Surgeon atau Flight Nurse (perawat). Mereka ini bertugas melaksanakan perawatan terhadap pasien selama dalam penerbangan. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Awak pesawat lainnya adalah pramugari. Pramugari di pesawat Hercules khusus disertakan dalam penerbangan VIP/VVIP pesawat ini. Sebagaimana diketahui, pesawat angkut C-130 Hercules juga ada yang didesain khusus untuk penerbangan VIP/VVIP mengingat pesawat ini punya kelebihan bisa mendarat di landasan-landasan tertentu yang tidak dapat didarati oleh pesawat lainnya. Di TNI AU, pesawat Hercules model ini dioperasikan oleh Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sementara pesawat Hercules jenis angkut pasukan/kargo dioperasikan oleh Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma dan Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Semua awak pesawat di dalam penerbangan C-130 Hercules bertanggung jawab langsung kepada Captain Pilot.

Awak standar

Penerbang: penerbang pesawat Hercules di TNI Angkatan Udara secara umum terdiri dari dua kelompok. Yaitu Aircraft Commander (Captain Pilot) dan Co-Pilot (Kopilot). Captain Pilot disebut juga Penerbang I, sementara kopilot disebut juga Penerbang II. Penerbang I merencanakan penerbangan, mengadakan koordinasi penerbangan dengan pangkalan-pangkalan udara setempat serta bertanggung jawab dan menjamin terlaksanakanya penerbangan dengan baik, aman, dan selamat (mission accomplished). Sedangkan Penerbang II mengemban tugas membantu Penerbang I dalam menerbangkan pesawat dan melaksanakan segala tindakan atas instruksi dari Penerbang I.

Navigator: navigator bertugas merencanakan serta mengarahkan rute penerbangan secara efektif-efisien dari suatu tempat sampai ke tujuan dengan aman dan selamat. Navigator melaksanakan tindakan berdasarkan perhitungan-perhitungan yang tepat terutama dalam mencapai sasaran sesuai dengan Time Over Target (TOT) yang ditentukan. Navigator bekerja sama dengan pilot guna memperoleh hasil yang maksimal.

Juru Mesin Udara (Flight Engineer): Juru Mesin Udara bertugas menyiapkan pesawat dan perlengkapannya sesuai dengan tugas penerbangan yang akan dilaksanakan dan mengatasi setiap kerusakan yang terjadi. Juru Mesin Udara bekerja dengan Penerbang I dalam mengatasi keadaan darurat.

Juru Radio Udara (Radio Telegrafis Udara): Juru Radio Udara bertugas mengadakan hubungan radio (HF) dengan Puskodal Komado Operasi Angkatan Udara (Koopsau). Ia melaporkan kondisi penerbangan secara periodik dan mengadakan hubungan timbal balik dengan petugas pangkalan setempat.

Juru Muat Udara (Load Master): Juru Muat Udara bertugas mengatur penempatan muatan di dalam pesawat sehingga tidak memengaruhi kestabilan penerbangan (center of gravity) pesawat terbang. Ia bertindak sebagai Jumping Master dalam kondisi tertentu. (RONI SONTANI | ANGKASAREVIEW.COM)

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

595 views