Turki Pastikan Beli S-400 Triumf dari Rusia

S-400 | Sputnik

ANGKASAREVIEW.COM – Turki memastikan membeli sistem pertahanan udara (sishanud) S-400 Triumf dari Rusia. Kepastian tersebut dikatakan sendiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 25 Juli lalu seperti dikutip kanal televisi setempat, Haber 7.

“Kami telah melakukan kesepakatan dengan Rusia mengenai masalah ini. Penandatanganan (pembelian S-400) telah dilakukan dan kami harap kami dapat segera melihat rudal S-400 di negara kami. Kami juga meminta untuk dilakukan kerja sama produksi,” ujar Erdogan.

Dikatakan lebih lanjut, salah satu alasan Turki membeli sistem rudal hanud dari Rusia ini karena negerinya tidak bisa berlama-lama menunggu apa yang diinginkan dari Amerika Serikat.

“Ini rudal pilihan kami, hasil pencarian kami. Seperti halnya Yunani, yang merupakan anggota NATO, telah lama menggunakan S-300,” tambahnya.

S-400 Triumf atau SA-21 Growler  (kode NATO) adalah sistem rudal hanud jarak jauh produksi Almaz-Antey. Sistem hanud ini dirancang mampu menghancurkan sasaran termasuk rudal balistik dan pesawat tempur generasi terbaru hingga jarak 400 km dan ketinggian 30 km.

S-400 masuk jajaran dinas militer Rusia pada 18 April 2007. Sishanud darat ke udara ini dibuat sebagai kelanjutan dari S-300 (SA-20 Grumble) yang digunakan sejak 1978.

S-400 dirancang pada akhir tahun 1980-an dan diumumkan ke publik oleh Angkatan Udara Rusia pada 1993. Proses uji coba kemudian dilaksanakan pertama kali di Kapustin Yar, Astrakhan pada 12 Februari 1999.

Beberapa jenis rudal digunakan S-400 sesuai jarak tembak yang ingin dicapai. S-400 menggunakan empat rudal 40N6 untuk menjangkau jarak 400 km, lalu rudal 48N6 untuk menjangkau jarak 250 km, rudal 9M96E2 untuk menjangkau jarak 120 km, dan rudal 9M96E untuk menjangkau jarak 40 km (jarak pendek).

Sebelumnya, laman Sputnik menyebut, Rusia menempatkan sistem rudal S-300 dan S-400 di Suriah menyusul penembakan pesawat penyerang Su-24 Fencer oleh F-16 Fighting Falcon Turki pada 24 November 2015. Tidak hanya itu, Rusia juga menurunkan pesawat-pesawat tempur andalannya guna melindungi ruang udara Suriah.

Dan kini, S-400 dibeli oleh Turki, negeri berpenduduk 77 juta jiwa di kawasan Eurasia itu.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

361 views