Kapal Perusak Terbaru Jepang Lakukan Uji Laut

Asahi | Tamotaro

ANGKASAREVIEW.COM – Kapal perusak terbaru Angkatan Laut Jepang (JMSDF), Asahiclass (25DD), telah melaksanakan uji laut (sea trial) pertama. Hal ini diketahui melalui foto-foto maupun video yang diunggah ke internet oleh sejumlah pemotret/perekam lepas (spotters).

Sejumlah bukti memperlihatkan bahwa Asahi-class melakukan sea trial pertama pada 6 hingga 26 Juli 2017 di wilayah laut Nagasaki, selatan Jepang. Dua kapal kelas ini dibuat oleh Mitsubihi Heavy Industries (MHI) di galangan kapal Nagasaki.

Asahi-class merupakan kapal perusak antikapal selam yang juga mampu melaksanakan perang permukaan. Kapal ini dibangun dengan basis kapal perusak terdahulu Akizuki-class (19DD) buatan tahun 2009.

Bedanya, Akizuki lebih digunakan untuk peran pertempuran permukaan laut dan antiperang udara dengan kemampuan tambahan perang antikapal selam.

Asahi memiliki panjang 151 meter, lebar 18,3 meter, dan bobot mati 5.000 ton. Kapal yang dirancang mampu membawa 230 awak dan dilengkapi satu helikopter Mitsubishi SH-60K Seahawk ini dijadwalkan masuk jajaran dinas AL Jepang tahun depan.

Laman navyrecognition menyebut, ada beberapa keunikan dari kapal Asahi. Asahi-class merupakan kapal perang perusak pertama untuk JMSDF yang dilengkapi dengan sistem propulsi COGLAG (combine gas turbine electric and gas turbine). Konfigurasi ini memberikan tenaga yang cukup kuat dengan tingkat efisiensi yang lebih besar.

Asahi juga dilengkapi dengan radar aktif FCS-3A AESA dikombinasikan dengan radar multifungsi GaN-AESA (gallium-nitride-active electronically scan array) yang biasa digunakan oleh kapal perusak jepang lainnya. Kombinasi ini menghasilkan empat gelombang pancar C-band dan empat gelombang pancar X-band (masing-masing dua di depan dan dua di belakang). Sementara untuk perangkat sonar, Asahi dilengkapi OQQ-24 hull mounted sonar dan OQR-4 depth sonar.

Dalam hal persenjataan, Asahi yang diluncurkan pada 19 Oktober 2016 itu dilengkapi 32 unit peluncur rudal MK41 ESSM SAM dan Type 07 VL-ASROC, delapan unit peluncur rudal antikapal Type 90, serta dua unit peluncur torpedo tiga tabung.

RONI SONTANI

Bagikan ini :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!