Wed. Jul 17th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Amerika, Iran, dan Kemungkinan Serangan Terhadap Israel

2 min read
Khordad-3Khordad-3

Artwork

AIRSPACE REVIEW (AngkasaReview.com) – Iran dan Amerika Serikat (AS) yang sudah sejak  lama berseteru, mendekati ambang peperangan seiring keberhasilan militer Iran menembak jatuh pesawat mata-mata nirawak (UAV) MQ-4C Triton yang sedang melakukan terbang pengintaian di atas Selat Hormuz pada 20 Juni 2019.

Keberhasilan Iran menembak jatuh pesawat mata-mata AS yang merupakan generasi tercanggih itu jelas mampu menaikkan moril tempur pasukan Iran, khususnya pasukan Garda Revolusi Iran.

Soal melumpuhkan UAV mata-mata milik AS, sebenarnya bukan yang pertama kalinya bagi militer Iran. Pasalnya pada 5 Desember 2011, Iran pernah melumpuhkan drone RQ-170 Sentinel sekaligus “menawannya”.

Militer Iran kemudian bukan hanya menyita Sentinel, tapi mempelajarinya untuk dikembangkan menjadi drone baru atau bahkan jet tempur berteknologi siluman (stealth).

Hancurnya Triton akibat hantaman rudal Iran yang diklaim dari jenis Raad atau Khordad 3 itu, memang membuat AS langsung berang. Presiden Donald Trump atas restu Kongres bahkan  nyaris memerintahkan menggempur Iran.

Militer Iran yang makin  percaya diri dan merasa berada di atas angin, rupanya tidak gentar oleh ancaman serangan AS itu bahkan seperti “sedang menunggunya”.

Yang ditunggu Iran adalah jika militer AS benar-benar melakukan gempuran, maka Iran tanpa ragu lagi akan menggempur sekutu AS, yaitu Israel.

AFP

Iran yang sudah sejak lama ingin  menghapus Israel dari peta bumi, ditopang rasa percaya diri dan persenjataan yang dimiliki. Upaya keras Iran menciptakan rudal balistik jarak jauh dan bahkan senjata nuklir, menunjukan bahwa Teheran telah menyiapkan diri untuk menghadapi peperangan.

Tidak hanya itu, untuk mendekatkan senjatanya terutama rudal-rudal jarak pendek sehingga bisa digunakan untuk menggempur langsung daratan Israel, Iran diam-diam telah membangun banyak pangkalan militer rahasia di Suriah.

Kehadiran pangkalan militer Iran di Suriah itu diterima oleh penguasa Suriah Presiden Bashar al-Assad.

Yang jelas, suksesnya militer Iran merontokkan UAV canggih AS yang sedang terbang secara rahasia pada ketinggian 22.000 kaki, telah menunjukan bahwa rudal buatan dalam negeri Iran memang terbukti mumpuni.

Northrop Grumman

Oleh karena itu, rudal-rudal jarak jauh Iran, dengan bukti keampuhan rudal  Khordad 3, dapat dipastikan juga mumpuni jika digunakan untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dan juga Israel.

Maka menjadi masuk akal jika militer AS membatalkan untuk menyerang Iran demi melindungi Israel. Apalagi  sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome hingga kini masih bisa ditembus oleh gempuran  roket-roket Hamaz.

A Winardi

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *