Fri. Jul 19th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Ketika Tank dan Pelahap Tank Latihan Tempur Bersama

2 min read
Warthog and AbramsSgt. Mason Cutrer

Sgt. Mason Cutrer

AngkasaReview.com – Tank Tempur Utama (MBT) merupakan wahana tempur darat yang berbahaya. Monster lapis baja ini dapat menghancurkan kendaraan maupun perkubuan musuh dengan cara maju menyerang dalam formasi yang masif.

Untuk melumpuhkan tank, pesawat menjadi salah satu wahana perang lain yang digunakan. Pesawat memiliki keunggulan karena dapat menyerang dari atas dan sudah pasti tidak bisa dihalau oleh tank itu sendiri.

Tank buster atau wahana pelahap tank dilengkapi rudal udara ke darat macam AGM-65 Maverick yang berdaya jangkau lebih jauh dibanding AGM-114 Hellfire. Rudal ini ampuh dan sudah terbukti kegunaannya di berbagai medan pertempuran.

Ada juga rudal-rudal tube-launched yang digunakan untuk menyerang tank, seperti Javelin atau BGM-71 TOW buatan Amerika Serikat. Rudal ini digunakan oleh pasukan infanteri darat maupun infanteri laut (marinir) untuk melumpuhkan tank.

Khusus mengenai pesawat penyerang tank, A-10 Thunderbolt II atau sering disebut Warthog, adalah pesawat yang sangat mumpuni digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF). Demikian halnya dengan A-10C Thunderbolt II yang digunakan Wing Tempur ke-124 Idaho Air National Guard.

Nah, dalam skenario latihan perang yang dilaksanakan oleh National Tranining Center di Fort Irwin, California mulai 24 Mei hingga 20 Juni 2019, kedua mesin perang beda alam ini didaulat untuk melaksanakan latihan tempur bersama.

NTC

A-10C Thunderbolt II diturunkan bersama dengan tank M1A2 Abrams dari Batalion ke-2, Resimen Kavaleri ke-116 Idaho Army National Guard. Bukan untuk melumpuhkan Abrams, Warthog malah didaulat guna memberikan bantuan terhadap pasukan tank.

Memang, Thunderbolt II tidak semata hanya menjalankan tugas utama untuk menghancurkan tank. Mesin perang udara ini melaksanakan misi sekunder sebagai pesawat pemberi dukungan udara dekat (close air support/CAS) bagi pasukan darat termasuk batalion tank maupun resimen kavaleri. A-10 menyapu sasaran-sasaran di depan untuk memberikan akses atau ruang gerak maju bagi pasukan darat.

A-10 yang dapat melaksanakan tugas pada siang dan malam hari memandu tank Abrams dengan memberikan koordinat-koordinat sasaran untuk dihancurkan.

Warthog yang dapat terbang rendah dengan kecepatan yang rendah atau cepat, juga bisa memberikan informasi mengenai keadaan di depan yang akan dilalui pasukan tank. Istilahnya, bertindal selaku pengendali udara (forward air controller/FAC).

Tidak hanya itu, pesawat ini juga digunakan guna mendukung operasi pasukan khusus dan tim SAR Tempur.

Beragam persenjataan dapat dibawa oleh A-10. Mulai dari kanon putar GAU-8 Avenger kaliber 30 mm 1.174 putaran, roket Hydra 70/APKWS, bom Mk-82, Mk-84, bom kluster, JDAM, dan rudal pelahap tank maupun penghancur beton/landasan AGM-65 Maverick.

Bahkan, rudal udara ke udara jarak dekat AIM-9 Sidewinder pun dapat dibawa untuk menghancurkan sasaran bergerak di udara.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *