Wed. Jun 26th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

SAScorp Tawarkan Drone Intai Serang VTOL di FEINDEF 2019 Spanyol

2 min read
Heimdall droneArmy Recognition

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Untuk pertama kalinya SAScorp memamerkan drone VTOL (tinggal landas dan mendarat secara vertikal) dalam pameran pertahanan FEINDEF yang berlangsung di Ifema, Madrid, Spanyol pada 29-31 Mei lalu. SAScorp adalah sebuah perusahan yang bergerak dalam litbang teknologi militer dan dirgantara bermarkas di Troboja del Camino, Spanyol.

Dilansir dari Army Recognition, drone berjenis HALE (High Altitude Long Endurance) ini dikembangkan untuk menjalani dua peran yang berbeda. Yaitu, sebagai drone intai yang dinamai Heimdall dan versi serang (besenjata) yang dijuluki Ares. Secara spesifikasi keduanya sama, hanya peralatan misi yang berbeda.

Baik Heimdall maupun Ares memiliki kemampuan terbang dan mendarat secara otomatis (ATOL). Drone dapat dioperasikan menggunakan kendali oleh awak dari darat atau terbang secara otonom. Keduanya juga mengadopsi sistem komunikasi satelit LOS atau SATCOM.

Drone dengan MTOW 600 kg ini digerakkan menggunakan dua mesin Rotax berdaya 198 hp. Bagian rotonya dapat diputar (tilting) vertikal ke atas untuk terbang/mendarat dan mengarah horizontal untuk terbang jelajah. Kecepatan maksimum dalam mode helikopter adalah 130 km/jam, sedangkan dalam mode pesawat mencapai 258 km/jam.

Panjang keselurahan drone Heimdall /Ares 4,2 m, rentang sayap 8,1 m, dan tinggi 1,7 m. Muatan maksimumnya termasuk bahan bakar mencapai 350 kg. Daya tahan di udara antara 4 hingga 12 jam tergantung misi dan muatan bawaannya. Kedua versi drone dilengkapi kamera gimbal multispektral dan GPS ganda.

Khusus versi Heimdall dilengkapi Advanced Observer System (AOS) dan Maritime Patrol System (MPS). Kedua perangkat digunakan dalam misi pengawasan pantai dan hutan serta ISR (Intelligence, Surveilance, Reconnaissance). Muatan khusus lain Heimdall adalah radar aperture sintetis (SAR) dan sensor hiperspektral.

Army Recognition

Sementara versi Ares digunakan untuk mendeteksi ancaman sekaligus untuk menetralisirnya. Misi yang dapat dijalankan Ares di antaranya adalah untuk melindungi konvoi kendaraan militer, melindungi fasilitas strategis dan melakukan serangan akurat terhadap target lawan.

Persenjataan yang dapat diusung Ares dalam sistem perlindungan dari udara (APS) berupa peluncur granat Mk-19. Sedangkan untuk sistem tempur udara (ACS) dapat membawa rudal udara ke udara jarak dekat (AAM) dan rudal udara ke darat (AGM) seperti rudal AGM-114 Hellfire.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *