Sat. Jun 22nd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Menanti Kehadiran Kapal Siluman KCR Klewang 2 Garapan PT Lundin Banyuwangi

3 min read
Klewang 2Rangga B. Sawiyya

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Pasca musibah terbakarnya KRI-625 Klewang pada 28 September 2012 di Lanal banyuwangi, PT Lundin (North Sea Boats) menyatakan akan segera membuatkan penggantinya. Tersiar kabar Kapal Cepat Rudal (KCR) pengganti akan diserahkan akhir tahun 2017, namun berita ini kembali hilang ditelan waktu.

Misteri penggantian kapal yang dijuluki Klewang 2 ini akhirnya kembali terangkat ke permukaan saat pameran pertahanan Indo Defence 2018 berlangsung. Berdasar wawancara Navy Recognition dengan John Lundin, Direktur PT Lundin, kala itu disebutkan bahwa kapal pengganti akan diserahkan pertengahan tahun 2019.

Keberadaan purwarupa Klewang 2 sedikit terkuak saat Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengunjungi pabrik Lundin pada 28 Juli 2018 terkait pemesanan tank boat X18 Antasena. Dikabarkan saat itu Menhan juga meninjau proses pembuatan Klewang 2.

Kepastian pembuatan Klewang 2 kembali muncul saat situs navalnews.com pada 28 Mei 2019 mewartakan mengenai purwarupa tank boat X18 Antasena pesanan Kemhan yang akan diserahkan akhir tahun 2019 bersamaan dengan KCR Klewang 2. Berita ini tentunya membuat penasaran penggemar alutsista di Tanah Air.

Lalu yang menjadi pertanyaan, adakah perbedaan antara Klewang 1 dengan Klewang 2 atau tetapkah sama?

Rangga B. Sawiyya

Saat pameran pertahanan Indo Defence November 2018, PT Lundin menampilkan mock-up Klewang 2 dengan tampilan desain baru. Sepintas memang terlihat sama dengan Klewang 1 pada desain eksteriornya, tapi bila dicermati telah terjadi perubahan desain.

Terlihat menara radar pada Klewang 2 lebih menjulang, lalu penempatan kubah meriam yang semula di atap kabin berpindah posisi ke bagian depan kabin operator kapal dengan desain yang menyatu. Terakhir posisi ruang awak operator dengan posisi lebih tinggi yang meberikan visibilitas yang lebih baik.

Lalu bagaimana dengan sistem persenjataan dan perangkat pendukung lainnya, adakah perbedaannya?

Bila semula Klewang 1 rencananya akan dipersenjatai dengan rudal antikapal C-705 buatan China, maka pada Klewang 2 disebutkan akan mengadopsi RBS-15 Mk3 buatan Swedia sebanyak empat unit. Begitu pula dengan meriam serbagunanya juga menggunakan produk Bofors 40 Mk4 kaliber 40 mm.

Sementara untuk sensornya juga dipercayakan pada teknologi racikan Swedia yang juga menjadi mitra dekat PT Lundin. Radar intai mengadopsi Sea Giraffe 1X 3D berukuran kompak. Selanjutnya sistem manajemen tempur (CMS) menggunakan Saab 9LV Mk4 dan sistem kendali tembak dengan CEROS 200.

Rangga B. Sawiyya

Terakhir adalah penggunaan bahan nonkomposit baru pada Klewang 2 yang juga menggunakan teknologi material lambung kapal buatan Saab. Dibandingkan dengan bahan serat karbon pada Klewang 1, maka bahan baru ini lebih kuat dan ringan serta tahan api.

Mengenai spesifikasi, Klewang 2 memiliki panjang 62,5 m, lebar keseluruhan 16 m, sarat air 18,7 m, dan bobot kisaran 53,1 ton. Kapasitas bahan bakar solar sebanyak 30.000 liter dan tangki estra menampung 20.000 liter untuk menambah jangkauan operasinya. Sementara air bersih yang dibawa sebanyak 5.000 liter.

Sebagai dapur pacu Klewang 2 menggunakan empat mesin diesel kapal buatan MAN Jerman berdaya 1.800 hp. Kecepatan jelajahnya 16 knot (30 km/jam) dan laju maksimum 30 knot (55 km/jam). Klewang 2 juga didukung dengan empat water jet MJP 500 QD CSU. Sebagai generator (genset) adalah tiga unit Caterpillar C4.4 86 eKW 380 V.

North Sea Boats

Sebagai tambahan informasi, desain kapal yang terlihat futuristik ini dipercayakan oleh PT. Lundin kepada rumah arsitek kapal kenamaan LOMOcean asal Selandia Baru yang banyak menghasilkan desain kapal bertampilan modern baik untuk sport, kapal pesiar maupun kapal militer berdimensi kecil dan sedang.

Terakhir, semoga proses pembuatan Klewang 2 berjalan lancar hingga kelak dioperasikan oleh TNI AL. Dikutip dari Jane’s, bila tak ada perubahan, rencananya TNI AL akan memesan sebanyak empat unit kapal siluman KCR Klewang class, seperti yang pernah diungkapkan oleh KSAL Laksamana Marsetio pada 2014 silam.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *