Tue. Jun 18th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

E-2D Advanced Hawkeye, Pesawat Komando Udara Terbaru Negeri Samurai

2 min read
E-2DAP

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angkatan Bela Diri Udara Jepang (Japan Air Self-Defense Force/JASDF) diberitakan telah menerima satu dari empat unit pesanan pesawat E-2D Advanced Hawkeye buatan Northrop Grumman, Amerika Serikat. Ini adalah pesawat peringatan dini dan kendali udara (airborne early warning & control/AEW&C) terbaru yang dimiliki Negeri Samurai.

Sebelumnya, JASDF telah mengoperasikan dua platform pesawat AEW&C yakni 13 E-2C Hawkeye dan empat Boeing E-767. E-2C dioperasikan JASDF sejak 1983 sekaligus menjadikan JASDF sebagai operator terbesar pesawat ini setelah Angkatan Laut AS (US Navy).

Hubungan Jepang dan Amerika Serikat yang begitu erat, memungkinkan Jepang memiliki beragam pesawat canggih terbaru yang dibuat AS. kehadiran E-2D akan makin meningkatkan kapabilitas JASD untuk mengetahui dan mendeteksi ancaman di udara lebih awal dan kemudian melakukan komando pengaturan bagi armada tempurnya.

Pesawat pertama E-2D pesanan Jepang terbang perdana pada November 2017. Pesawat ini diserahkan oleh Northrop Grumman kepada JASDF pada 29 Maret lalu.

Berbeda dengan E-2D milik AL AS yang dioperasikan dari kapal induk, E-2D milik JASDF akan dioperasikan dari pangkalan di darat. Pesawat untuk Jepang ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar lebih banyak sehingga mampu terbang 9 jam, lebih lama dari kemampuan terbang E-3D milik AL AS yang 5 jam.

Pesawat juga memiliki kelengkapan untuk menerima pengisian bahan bakar di udara sehingga kemampuan lama terbang dan jangkauan makin meningkat lagi.

E-2D Advanced Hawkeye/US Navy

Dalam hal teknologi, kokpit E-2D telah menggunakan layar kaca (glass-cockpit). Kemudian radar UHF-band AN/APY-9 AESA yang digunakan oleh E-2D memungkinkan pesawat dapat melacak ancaman dengan jarak lebih jauh dari yang dimiliki E-2C. Bahkan disebutkan, radar ini mampu melacak pesawat siluman seperti Su-57 dari Rusia maupunJ-20 dan J-31 dari China.

Menurut penjelasan AL AS, E-2D mampu memandu rudal seperti AIM-120 AMRAAM dan SM-6 terhadap targetnya lebih jauh dari jangkauan platform pemandu rudal tersebut.

Pesawat pertama E-2D untuk JASDF merupakan pesawat pengadaan kontrak tahun 2015. Selanjutnya, pada akhir 2018 Jepang kembali menandatangani kontrak untuk pengadaan sembilan unit tambahan E-2D.

E-2D Advanced Hawkeye/US Navy
Northrop Grumman

Nortrhop Grumman telah menerima 32,73 juta dolar AS untuk pembuatan pesawat kelima dengan jadwal pengiriman tahun 2022. Sementara untuk pesawat kedua hingga keempat dijadwalkan akan diserahkan kepada JASDF pada 2019-2020.

E-2D Advanced Hawkeye ditenagai dua mesin turboprop T56-A-427A. Pesawat dapat melaju hingga kecepatan 350 knot (648 km/jam) serta jarak jelajah sejauh 2.708 km. Pesawat ini diawaki oleh lima orang terdiri dari pilot, kopilot, radar officer (RO), combat information center officer (CICO), dan aircraft control officer (ACO).

Pesawat dengan panjang 17,60 m, rentang sayap 24,56 m, dan tinggi 5,58 m ini memiliki bobot maksimum untuk lepas landas 26.083 kg.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *