Tue. Jun 25th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

OV-10C Bronco AU Filipina Jatuh, PAF Kandangkan Si Kuda Liar

2 min read
OV-10 BroncoPAF

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angkatan Udara Filipina (PAF) mengambil langkah untuk tidak menerbangkan (grounded) armada OV-10 Bronco menyusul jatuhnya satu pesawat ini pada Jumat, 24 Mei lalu.

Diberitakan sebelumnya, sebuah OV-10C bernomor ekor 402 milik PAF jatuh ke laut saat sedang melaksanakan tahapan pendaratan di Landasan 25 Sangley Point Airport, berjarak 13 km sebelah barat daya dari Manila.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Dua pilot yang mengawaki pesawat itu, yaitu Letnan Satu Uriel Pangket dan Letnan Satu Razelle Cerdenia keduanya selamat setelah melepaskan diri dari pesawat menggunakan kursi lontar (ejection seat). Keduanya kemudian diselamatkan oleh nelayan setempat di posisi 2,5 km dari garis pantai Rosario, Cavite.

Juru Bicara PAF Mayor Aristedes Galang seperti dikutip oleh GMA Network menjelaskan, usai diselamatkan ke daratan, kedua pilot langsung dibawa ke rumah sakit di Sangley Point. Keduanya tidak mengalami luka serius kecuali sedikit memar dan kejang otot.

Pihak keamanan juga segera dikerahkan untuk menetralisir lokasi kecelakaan dan mengamankan puing-puing pesawat untuk kepentingan investigasi kecelakaan.

Sementara itu, Kantor Berita Filipina PNA mewartakan, sekira lima hingga enam OV-10C sebelum kecelakaan terjadi masih dioperasikan oleh PAF. Dengan terjadinya musibah ini, seluruhnya kini tidak diterbangkan.

PAF

“Meng-grounded armada pesawat ini, merupakan bagian dari prosedur keselamatan,” jelas Galang, Senin (27/5). Tidak disebutkan, sampai kapan larangan terbang ini akan diberlakukan oleh PAF terhadap armada Bronco-nya.

Sebelum OV-10 dapat mengudara lagi, lanjut Galang, PAF bisa menggunakan helikopter intai bersenjata MD-520 atau jet termpur serang FA-50PH bila memang diperlukan.

Dari beberapa catatan, OV-10 Bronco alias ‘Si Kuda Liar’ dioperasikan oleh PAF sejak 1991 ketika PAF menerima 24 OV-10A bekas pakai Angkatan Udara AS (USAF). Dari situ, PAF menerima tambahan sembilan unit lagi pesawat yang sama.

Sementara OV-10C merupakan inventori PAF mulai 2003 setelah PAF menerima delapan unit pesawat bekas pakai Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) ini.

Pesawat yang jatuh hari Jumat, dioperasikan oleh Skadron Serang ke-16 di Sangley Point, Cavite.

Pinterest

Walau tua, armada OV-10 masih diandalkan PAF untuk melakukan serangan udara melawan kelompok separatis di negeri itu. PAF juga dilaporkan mengoperasikan sejumlah Bronco yang telah menjalani proses upgraded.

Tahun lalu, empat OV-10 Bronco terdiri dari OV-10A dan OV-10G+ yang telah dimodernisasi dihibahkan oleh Amerika Serikat kepada Filipina guna menambah kekuatan dalam memerangi kelompok separatis/pemberontak bersenjata.

OV-10 Bronco dibuat oleh pabrik North American Rockwell. Pesawat ini terbang perdana pada 16 Juli 1965. Kurang lebih 360 unit berhasil diproduksi pada kurun 1965-1986. Selain oleh AS, pesawat ini digunakan oleh sejumlah negara termasuk oleh Indonesia (TNI AU) sejak tahun 1976 dan pada 2007 dipensiunkan.

Angkatan Udara Filipina merupakan salah satu pengguna yang masih setia menerbangkan Si Kuda Liar hingga sekarang.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *