Fri. Jun 14th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

Su-30MKI Jet Tempur Pertama Pengguna BrahMos, 200 Rudal Segera Lengkapi IAF

2 min read
Su-30MKI with BrahMos-AIAF

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angkatan Udara India (IAF) kembali sukses melakukan uji penembakan rudal jelajah supersonik BrahMos-A menggunakan jet tempur Su-30MKI. Uji penembakan kedua ini dilaksanakan pada 22 Mei 2019 menyusul sukses uji penembakan pertama pada 22 November 2017 di Teluk Bengal, juga menggunakan Su-30MKI.

Kementerian Pertahanan India dalam keterangan tertulisnya menyatakan, uji coba penembakan berjalan lancar. Rudal mengikuti trakyektori sesuai rancangan dan tepat mengenai target yang ditempatkan di daratan.

Pengujian kedua tersebut menuntaskan persyaratan akhir uji rudal BrahMos-A. Dengan demikian rudal ini sudah sah untuk mendapatkan sertifikasi penggunaannya di IAF. BrahMos-A akan mendapatkan dua sertifikasi sebagai rudal luncur udara penghancur sasaran di laut (uji coba pertama) dan sasaran di darat (uji coba kedua). Belum disebutkan kapan sertifikasi ini akan diberikan. Yang jelas, rudal ini akan menjadi arsenal IAF mulai tahun depan.

Rudal BrahMos-A disebut memiliki jangkauan operasi hingga 400 km dan dapat diluncurkan dari ketinggian 500 meter (1.640 kaki) hingga 14.000 meter (46.000 kaki) oleh Su-30MKI. Akan halnya Su-30MKI, dipastikan pesawat ini menjadi jet tempur pertama pengguna BrahMosA –rudal jelajah berkecepatan 2,8 Mach (3.457 km/jam) dan berbobot 2,55 ton hasil pengembangan bersama India dan Rusia.

Seperti diketahui, BrahMos mengambil nama Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskwa di Rusia. Rudal ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari rudal jelajah supersonik antikapal buatan Rusia, P-800 Oniks.

IAF bekerja sama dengan Hindustran Aeronautics Limited yang juga produsen Su-30MKI, telah melaksanakan modifikasi teknik, elektrik, dan perangkat lunak pada untuk Su-30MKI agar dapat membawa dan meluncurkan rudal BrahMos-A. Integrasi yang sama akan dilaskanakan pada 42 pesawat Su-30MKI (dua skadron) .

IAF

Tahun 2012 silam, New Delhi telah menyetujui kucuran dana 1,5 miliar dolar AS untuk pembelian 200 unit rudal BrahMos bagi IAF. Biaya sudah termasuk anggaran untuk pengembangan dan rangkaian pengujian rudal tersebut.

Rudal BrahMos dikembangkan dalam tiga platform peluncuran, yaitu dari darat, dari kapal, dan dari pesawat. Rudal BrahMos versi luncur udara berbobot lebih ringan dibandingkan versi luncur darat yang berbobot 3,2 ton. Dari segi dimensi, rudal BrahMos untuk IAF juga lebih pendek 50 cm dari panjang 8,4 meter untuk versi luncur darat.

BrahMos untuk Angkatan Darat India (Block I dan Block II) telah lebih dulu operasional, yaitu sejak tahun 2007. Sementara BrahMos untuk Angkatan Laut India (Block I) juga telah operasional sejak 2013. Sedikitnya, delapan kapal perang permukaan India telah dilengkapi rudal ini menggunakan delapan sel sistem peluncur vertikal (VLS).

India dan Rusia juga megnembangkan BrahMos versi luncur bawah laut dari kapal selam (SLV). Rudal varian ini telah berhasil diuji coba tahun 2013 menggunakan ponton selam dari kedalaman 40-50 meter di bawah permukaan laut.

Pada 2016 Rusia memastikan, BrahMos versi luncur kapal selam akan dibuat berukuran lebih kecil agar dapat diluncurkan dari kapal selam India menggunakan tabung torpedo.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *