Fri. Jun 14th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

12 Su-30K Milik Angola Sudah Berubah Setara Su-30SM

2 min read
Su-30KNIstimewa

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angola diberitakan sudah menerima seluruh 12 unit jet tempur Su-30K (Flanker-C) yang dibeli pada 2013. Yang menarik, selusin Su-30K buatan Irkutsk Aviation Plant bekas pakai India itu, kini kemampuannya sudah setara Su-30SM.

Untuk diketahui, Angola membeli 12 Su-30K dari Rusia pada Oktober 2013. Pesawat ini asalnya merupakan pembelian India dari Rusia pada 1996 sebanyak total 50 unit (kombinasi Su-30K dan Su-30MK) senilai 1,46 miliar dolar AS. Pengiriman pesawat dari Rusia ke India dilaksankan selama dua tahun, 1997-1999, dalam lima kelompok pengiriman.

Lebih jauh lagi, Su-30K awalnya adalah pesawat yang ditawarkan Rusia kepada Indonesia pada 1996 (dengan kode Su-30KI). Indonesia pun berminat untuk membeli 24 Su-30KI saat itu. Namun pesawat ini batal dibeli Jakarta karena Indonesia keburu masuk ke situasi krisis moneter.

Di India, armada Su-30K dioperasikan oleh Angkatan Udara India (IAF) hingga tahun 2005 saja. Di tahun itu, India mengembalikan 18 pesawat (10 Su-30KI dan 8 Su-30MK) kepada Irkut Corporation dan menukarnya dengan 16 Su-30MKI (Flanker-H) yang sudah dilengkapi canard dan penyembur arah gas buang, TVC.

Istimewa

Akan halnya Su-30K yang dibeli Angola, pesawat menjalani peningkatan kemampuan (upgrade) terlebih dahulu di 558th Aviation Repari Plant, Belarusia. Kegiatan dilaksanakan atas kerja sama dengan Rosoboronexport.

Kantor Berita Rusia TASS pada 16 Mei lalu melaporkan, pengiriman terakhir dua Su-30K yang sudah setara Su-30SM, telah dilaksanakan pada April 2019.

Su-30 milik Angola, pertama kali terdeteksi melalui citra satelit berada di Lubango Air Base, Provinsi Huila, Angola pada Juli 2017.

Modernisasi Su-30K menjadi Su-30SM di antaranya meliputi integrasi rudal udara ke udara RVV-AE (R-77), rudal antikapal Kh-31A, dan rudal antiradiasi Kh-31P. Sistem pesawat juga dilengkapi kemampuan dasar elektronik Su-30SM untuk mengacaukan rudal udara ke udara musuh.

Sebelum membeli Su-30, negara di Afrika yang beribu kota di Luanda ini merupakan pengguna pesawat tempur buatan Uni Soviet (Rusia). Angkatan Udara Angola (FANA) mengoperasikan MiG-21, MiG-23, Su-22, Su-25, dan Su-27.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *