Wed. Jun 26th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

KAB-250, Bom Pintar untuk Si Hantu Udara Su-57

3 min read
Su-57Russian Planes

AIRSPACE REVIEW (angkasareview.com) – Angkatan Udara Rusia baru saja dijanjikan Presiden Rusia Vladimir Putin akan mendapatkan jet tempur generasi kelima pertama buatan Rusia, Suhkoi Su-57. Sebanyak 76 jet yang dijuluki sebagai “Aerial Ghost” ini akan memperkuat AU Rusia secara bertahap hingga tahun 2028.

Mengikuti jejak pendahulunya keluarga Su-27/30/35 Flanker, Su-57 juga memiliki kemampuan multiperan. Pesawat ini bisa berperan sebagai petarung udara dan juga memiliki kemampuan penyerangan terhadap sasaran permukaan baik di darat maupun di laut.

Dibanding rivalnya dari Amerika Serikat, sejumlah pengamat menilai, kemampuan multiperan Su-57 jauh lebih unggul. Sementara jet tempur Lockheed Martin F-22 Raptor sedari awal memang diciptakan hanya sebagai jet untuk keunggulan pertempuran di udara (air dominance).

Baca Juga: putin-pastikan-76-jet-siluman-su-57-akan-dibeli-untuk-au-rusia-sebelum-2028

Meski begitu, belakangan F-22 Raptor juga telah dikembangkan lebih lanjut untuk dapat menjalankan misi serang darat. Ruang senjata di perut F-22 telah dimodifikasi sehingga bisa menampung bom pintar jenis JDAM Mk-83 seberat 450 kg (1.000 pon) sebanyak dua unit atau delapan bom berdiameter kecil GBU-39 seberat 110 kg (250 pon).

First Supersonic Small Diameter Bomb Release from an F-22. Pilot: Major Starr Location: Sea Test Range. USAF

Uji coba pengeboman di medan perang pernah dilakukan oleh F-22 Raptor dari Skadron Tempur Ekspedisi ke-95 yang berpangkalan di Al Dhafra, UEA. Pada November 2017 sekelompok Raptor dikirim ke Afganistan guna menjatuhkan bom ke laboraturium narkoba milik Taliban yang berada di Provinsi Helmand Utara.

Nah, sekarang bom apakah yang akan diusung oleh Su-57 milik Rusia? Seperti disiarkan oleh RBTH, Su-57 akan dibekali bom pintar terbaru dari keluarga KAB-250. bom ini dikembangkan berdasar KAB-500, namun dengan diameter yang lebih kecil.

Baca Juga: vietnam-ingin-beli-su-57-dari-rusia-amerika-akan-beri-sanksi-ekonomi-yang-berat

KAB sendiri merupakan singkatan dari Korrektiruyemaya Aviatsionnaya Bomba yang berarti bom pesawat udara yang bisa disesuaikan atau dalam istilah Barat populer dengan sebutan PGM (Precision Guided Munition).

Keluarga bom KAB-250 mulai dikembangkan tahun 2000 oleh Region JSC (anak perusahaan Tactical Missiles Corpt atau KTRV). Bom ini ditampilkan pertama kali di Hari Inovasi Kementerian Pertahanan pada Oktober 2015. Region JSC melansir dua varian utama, yakni KAB-250LG-E berpemandu laser dan KAB-250S-E berpemandu satelit GLONASS /INS.

Vitaly V. Kuzmin

KAB-250 tergolong jenis bom ‘drop and forget’. Sesaat setelah dirilis sistem bimbingan inersia akan mengarahkan bom menuju sasaran. Sekitar 2-3 km dari target, sistem komputer di kepala bom akan mengambil alih perintah menggunakan homing termal untuk mendapatkan gambar sasaran. Lalu mengoreksi lintasan sehingga penyimpangan sirkular (CEP) kurang dari 3 meter saja.

KAB-250 memiliki hulu ledak fragmentasi yang dirancang untuk menghancurkan beragam instalasi musuh, jejeran kendaraan tempur di darat serta sasaran dengan material yang tak terlalu kuat lainnya. 

Baca juga: tandingi-f-35-jet-siluman-su-57-rusia-lakukan-debut-tempur-di-suriah

Berat total bom ini mencapai 256 kg dengan hulu ledak seberat 165 kg. Panjang bom 3,2m, diameter 255 mm, dan lebar sayap 550 mm. Sirip-sirip ini digunakan untuk meningkatkan jangkauan luncurnya. Bom cerdas KAB-250 bisa dijatuhkan secara tunggal atau salvo dari ketinggian antara 1 km hingga 10 km.

italy V. Kuzmin

KAB-250 menjalani debut tempur di palagan Suriah pada September 2015. Selama kampanye menghadapi pemberontak anti-pemerintah dan kelompok ISIS tersebut, KAB-250 dijatuhkan dari pembom/serang Su-34 Fullback.

Baca Juga: ini-dia-rudal-jarak-jauh-untuk-su-35-dan-su-57-lebih-hebat-dari-amraam-dan-phoenix

Selain bom pintar KAB-250, untuk melaksanakan misi serangan udara ke permukaan, lambung Su-57 dapat dijejali beragam misil. Mulai dari rudal udara ke permukaan Kh-38 ME sebanyak 4 unit, lalu rudal antikapal Kh-35 E sebanyak dua unit, dan rudal antiradiasi Kh-58 UshKE sebanyak empat unit.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *