Mon. Jun 24th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Updates

FNSS Pars 4X4, Macan Tutul Pemburu Tank dari Turki

3 min read
Pars 4X4

FNSS

AIRSPACE REVIEW – Setelah diperkenalkan pertama kali pada pameran senjata IDEF 2015 di Istanbul, Turki, purwarupa kendaraan tempur (ranpur) FNSS Pars 4X4 (Macan Tutul) langsung memikat hati militer Turki.

Setahun kemudian, FNSS mendapatkan kontrak dari Industri Pertahanan Kepresidenan (SSB) untuk pengadaan 76 Pars 4X4 versi antitank (Anti Tank Vehicle).

Berdasarkan masukan dan persyaratan Komando Pasukan Darat Turki (TLFC), desain Pars 4X4 mengalami penyesuain dan perubahan yang terlihat jauh berbeda dari purwarupa awal.

Baca Juga: fnss-luncurkan-pars-4×4-versi-antitank-berwajah-baru

Sebelum diperlihatkan dalam gelaran IDEF 2019 pada 30 April – 3 Mei lalu, wajah baru Pars 4X4 sempat ditampilkan perdana dalam pameran senjata Eurosatory 2018 di Paris Perancis.

Sebagai ranpur pemburu tank, Pars 4X4 menawarkan kemampuan manuver yang gesit dan lincah, radius putar yang kecil dan sanggup beroperasi di segala palagan tempur baik perkotaan, hutan maupun medan terbuka. Pars 4X4 juga dilengkapi sepasang water jet untuk dapat melintas dia air deras sekalipun.

FNSS

Sebagai ranpur pelumat tank, Pars 4X4 dilengkapi dengan Anti Tank Remote Controlled Turret (ATRCT) rancangan FNSS sendiri, bersenjatakan dua rudal antitank (ATGM). Menara juga dilengkapi senapan mesin 7,62 mm koaksial yang dapat menghamburkan 500 butir amunisi siap pakai.

ATRCT dapat berputar penuh 360 derajat dengan sudut tembak mulai dari -25 hingga +25 derajat. Elevasi dan lintasan dilakukan dengan kecepatan maksimum 60 derajat/detik.

Baca Juga: kobra-8×8-panser-ifv-pertama-garapan-pindad-untuk-batalyon-infanteri-mekanis-tni-ad

Untuk memastikan bahwa target berada dalam jangkauan efektif ATGM, Pars 4X4 dilengkapi pencari jangkauan laser. Ditanamkan pula sistem  penampakan yang stabil mencakup kamera TV dan kamera termal (gelombang menengah atau gelombang panjang) yang memungkinkan Pars 4X4 dapat beroperasi di siang hari maupun malam gulita.

Dalam pergelarannya di lapangan, setelah mendapatkan buruan dan menguncinya, Pars 4X4 segera meluncurkan satu atau kedua rudalnya. Selanjutnya ranpur ini akan berpindah tempat mencari pososi baru sekaligus mengisi ulang tabung peluncur secara manual dengan rudal antitank baru (cadangan) yang disimpan di dalam kabin.

Pars 4x4
FNSS

Awak Pars 4X4 terdiri dari empat orang termasuk pengemudi. Seluruh awak duduk di atas tempat duduk yang dapat menyerap energi ledakan ranjau darat atau IED. Kabinnya juga dilengkapi pendingin udara (AC) dan filter anti-nubika.

Pars 4X4 memiliki panjang badan 5 m, lebar 2,6 m, dan tinggi hingga atap 2,1 m. Dimensinya yang kompak memungkinkannya dapat masuk ke dalam perut pesawat angkut sekelas C-130J Hercules. Bisa juga ranpur ini digantung di luar menggunakan helikopter sekelas CH-47F Chinook.

Baca Juga: mengenal-uro-vamtac-st5-rantis-pengusung-rudal-starstreak-arhanud-tni-adntis-pengusung-rudal-starstreak-arhanud-tni-ad

Sebagai tenaga penggerak, Pars 4×4 menggunakan mesin diesel yang ditanam di bagian belakang kendaraan disandingkan dengan sistem transmisi otomatis. Sang pemburu tank dapat dibesut maksimum hingga kecepatan 110 km/jam di jalan datar dan berenang di air dengan kecepatan 6,5 km/jam. Sementara untuk jarak jelajah di darat mencapai 700 km.

Selain versi pemburu tank (ATV), pabrikan FNSS juga menawarkan varian kendaraan komando & kontrol (CCV) dengan RCWS bersenjatakan senapan mesin 12,7 mm.

Pars 4X4
FNSS

Lalu ada juga versi ranpur taktis (AFV) dengan kubah berawak bersenjatakan senapan mesin 7,62  mm, 12,7 mm atau AGL 40 mm. Selin itu, FNSS juga menawarkan varian kendaraan intai dan pengawasan (RSV) tanpa senjata.

Baca Juga: mengenal-dapc-tambora-rantis-serbaguna-andalan-sabhara-polri

Dikutip dari situs Jane’s, berdasar kontrak yang disepakati dengan SSB, FNSS akan memulai produksi ‘Sang Macan Tutul Pemburu Tank’ ini pada 2019 ini. Penyerahan produk terakhir untuk Angkatan Darat Turki ditargetkan tuntas hingga akhir 2021 mendatang.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *