Thu. May 16th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Tua Tapi Masih Diminati, Argentina Segera Dapatkan Super Étendard dari Perancis

2 min read
SEMCosmao

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Laut Argentina (ARA) segera mendapatkan lima jet penyerang Dassault-Breguet Super Étendard yang telah dimodernisasi (Super Étendard Modernisé – SEM) dari Perancis.

Ke lima pesawat surplus stok Angkatan Laut Perancis ini dibeli oleh Argentina pada 2018 senilai 12,55 miliar euro.

Di AL Perancis, SEM dipensiunkan pada 2016 dan digantikan perannya oleh armada terbaru Dassault Rafale Marine.

Tautan: Skadron Flotila 17F AL Perancis Resmi Ganti Super Étendard Modern dengan Rafale M

ARA sendiri telah memiliki pengalaman mengoperasikan jet Super Étendard setelah membeli 14 pesawat ini pada 1979. Meski begitu, seperti dilansir Air Recognition, armada Super Étendard yang dimiliki ARA telah dipensiunkan pada 2013 akibat kelangkaan suku cadang.

Di tangan ARA, Super Étendard melambung namanya saat digunakan dalam Perang Falklands 1982.

Tautan: Cinta Produk Dalam Negeri, Perancis Sudah Pesan 208 Jet Omnirole Rafale

Pembelian SEM dari Perancis, dilakukan Argentina untuk mengembalikan kapasitas ARA seperti di masa silam. Kontrak pembelian lima SEM mencakup simulator pesawat, suku cadang, serta mesin. Dengan begitu, dipastikan penggunaan SEM akan lebih terjamin untuk jangka waktu yang panjang.

Super EtendardUSN

Super Étendard merupakan pengembangan dari Etendard IVM yang sekaligus menggantikan pesawat terdahulunya ini. Super Étendard terbang perdana pada 1974 dan mulai digunakan AL Perancis pada Juni 1978.

Tautan: Kelar Di-upgrade, AL Perancis Terima Jet Tempur Pertama Rafale F3-R

Super Étendard milik Perancis telah digunakan dalam berbagai konflik antara lain Perang Kosovo, Perang di Afganistan, dan intervensi di Libya.

Irak termasuk negara yang turut menggunakan Super Étendard saat angkatan udara negeri itu melakukan serangan terhadap tangki minyak dan kapal dagang di Teluk Persia dalam Perang Iran-Irak.

Super Étendard hanya dibuat sebanyak 85 unit dan digunakan oleh militer tiga negara: AL Perancis, AL Argentina, dan AU Irak. Pesawat dibuat pada periode 1974-1983.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *