Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Iran Pamerkan Seraj Sadegh 10, Sistem Artileri Pertahanan Udara Kanon Kembar 35 mm

2 min read
Seraj Sadegh 10RT Ruptly

ANGKASAREVIEW.COM – Parade Hari Tentara Nasional yang diselenggarakan pada 18 April 2019 lalu dijadikan Militer Iran sebagai ajang unjuk kekuatan mereka di hadapan dunia. Yang menarik, dalam parade peringatan 40 tahun pembentukan Angkatan Bersenjata Republik Islam pada 1979 setelah Revolusi Iran tersebut, banyak ditampilkan alutsista terbaru buatan dalam negeri.

Dari sederet peralatan perang matra darat yang ditampilkan, satu di antaranya adalah sistem artileri pertahanan udara (sisarhanud) yang diusung truk berpenggerak 6X6. Sistem yang dinamai Seraj Sadegh 10 ini mengandalkan kanon kembar kaliber 35 mm.

Melansir Army Recognition, diduga kanon antipesawat Seraj Sadegh 10 adalah salinan dari Oerlikon GDF buatan Swiss atau di Iran dikenal sebagai Samavat. Yang membedakan dengan Seraj Sadegh 10, karena Samavat ditarik menggunakan truk untuk berpindah tempat.

Tautan lain: Sisarhanud Jarak Pendek PASARS-16, Terminator dari Serbia Cocok Buat TNI AD

Secara tampilan, kendaraan sisarhanud Seraj Sadegh 10 terlihat pipih atau bersiluet rendah. Kendaraan terbagi menjadi tiga bagian utama. Kabin depan disediakan untuk pengemudi dan kru, kabin tengah untuk komandan dan pengontrol/pengatur tembakan, sementara modul belakang merupakan tempat kanon kembar berikut kursi awak penembaknya.

Seraj Sadegh 10

Seraj Sadegh 10 dilengkapi sistem radar dan akuisisi target optik baru. Sisarhanud ini dirancang untuk menghancurkan beragam target udara. Dalam pergelarannya di medan tempur, Seraj Sadegh 10 secara khusus ditujukan untuk melahap wahana terbang berkecepatan sedang seperti helikopter, pesawat antigerilya (COIN), dan drone intai.

Tautan lain: Mengenal URO VAMTAC ST5, Rantis Pengusung Rudal Starstreak Arhanud TNI AD

Kemampuan dan kinerja kanon otomatis Seraj Sadegh 10 diduga tak berbeda jauh dengan Oerlikon GDF. Jangkauan tembaknya mencapai 4 km dengan muntahan munisi rata-rata1.100 putaran per menit. Sudut elevasinya mulai dari -5 hingga 92 derajat dan rumah kanonnya dapat berputar 360 derajat.

Tautan lain: STS 5GAT, Target Udara Siluman Bagi Jet Tempur dan Arhanud AS

Jenis munisi yang dapat digunakan adalah jenis HEI (High Explosive Incendiary), SAPHEI (Semi-Armour Piercing High Explosive Incendiary), FAPDS (Frangible Armour Piercing Discarding Sabot), AHEAD (Advanced Hit Efficiency And Destruction), dan TP (Target Practice).

Sebelum ditampilkan dalam parade Hari Tentara Nasional, keberadaan Seraj Sadegh 10 sebenarnya telah tersiar lewat kanal Youtube pada November 2018 silam. Dalam video tersebut terlihat Seraj Sadegh 10 tengah menjalani uji coba oleh Militer Iran dan berhasil merontokkan sebuah drone yang menjadi sasaran tembaknya.

Rangga Baswara Sawiyya

 

editor: raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *