Fri. May 24th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Butuh 42 Skadron Tempur dan Baru Terpenuhi 30, AU India Ingin Cepat Beli MiG-29

2 min read
MiG-29UPGAktug Ates

ANGKASAREVIEW.COM – Angkatan Udara India (IAF) membutuhkan 42 skadron tempur dengan komposisi tiap skadron memiliki 16-18 pesawat. Namun, saat ini baru terpenuhi 30 skadron. Tambahan dua skadron pesawat tempur medium multiperan (36 unit) akan mulai datang pada September tahun ini, yaitu Rafale buatan Dassault, Perancis.

Menyadari kurangnya jumlah kekuatan tempur udara, IAF seperti dilaporkan The Hindustan Times, meminta New Delhi untuk segera memberikan tambahan 21 pesawat MiG-29 Fulcrum buatan Rusia. Saat ini IAF mengoperasikan tiga skadron MiG-29UPG yang ditempatkan di bagian barat laut India guna menjaga perbatasan negara dengan Pakistan.

Tautan lain: 3 Jet Rafale Tiba di Bangalore, India Akan Terima 4 Unit pada September

MiG-29 tidak hanya dioperasikan oleh IAF, namun juga oleh Angkatan Laut India (IN). Yaitu MiG-29K yang ditempatkan di kapal induk INS Vikramaditya.

India merupakan operator pertama MiG-29 di luar Uni Soviet (Rusia) dengan memesan 50 unit di tahun 1980 dan menggunakannya sejak 1985 hingga saat ini.

Tautan lain: Beli 36 Rafale, India Dapat Proyek Pembuatan 2.500 Komponen Kokpit Falcon 2000

Di IAF Fulcrum telah mendapat cap combat proven. Antara lain dalam Perang Kargil 1999 di Kashmir. Saat itu MiG-29 ditugaskan mengawal armada pengebom Mirage 2000 melakukan misi serangan terhadap sasaran-sasaran darat.

MiG-29UPGRostec

Dalam perjalanannya, MiG-29 IAF pun telah menjalani peningkatan kemampuan. Pada 2005-2006 MiG-29 IAF menjalani upgrade agar bisa membawa rudal udara ke udara R-77RVV-AE (AA-12 Adder) dan penggantian radar N-109 dengan radar Phazotron Zhuk-M. Pesawat juga ditingkatkan kemampuan lama terbangnya dengan penambahan sistem penerima pengisian bahan bakar di udara.

Tautan lain: Akan Beli 110 Pesawat Tempur Baru, India Panggil 6 Pabrikan Pesawat

Dalam hal peningkatan mesin, tahun 2007 Hindustan Aeronautics Limited (HAL) mendapatkan lisensi pembuatan 120 mesin RD-33 seri 3 untuk MiG-29. Sebanyak 69 MiG-29 IAF pun menjalani penggantian mesin lama dengan mesin baru. Demikian juga dengan avionik, telah ditingkatkan dengan menggunakan perangkat-perangkat buatan Israel Aircraft Industries (IAI).

MiG-29UPGBharat Rhaksak

Tahun 2009 India menambah lagi 90 unit MiG-29 dari Rusia. Ini berkaitan dengan sejumlah MiG-29 yang dipensiunkan Rusia. Setelah dilakukan inspeksi, IAF tertarik untuk mengakuisisinya.

Hasil upgrade MiG-29 milik India diberi kode MiG-29UPG. Bila di Rusia, varian ini sama dengan MiG-29SMT. Bedanya, karena punya India menggunakan avionik buatan Israel. MiG-29UPG dengan radar Zhuk-ME dapat dikatakan sebagai MiG-29 paling mutakhir dari keluarga Fulcrum.

Tautan lain: Sambut MiG-29K/MiG-29KUB (Generasi 4++) Rusia Segera Rombak Kapal Induk Admiral Kuznetsov

Tidak hanya IAF, IN pun kemudian melakukan penambahan 29 unit MiG-29K sehingga jumlahnya menjadi 45 MiG-29K.

MiG-29K

Berbekal kepuasan terhadap penggunaan MiG-29 ini, tak heran bila IAF pun mendesak pemerintah India untuk segera menambah pesawat tempur rancangan Mikoyan ini guna mengisi kebutuhan menuju 42 skadron tempur IAF.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *