Wed. May 15th, 2019

Pertama Kali, Pesawat Tu-154M Rusia Lakukan Pengamatan di Area 51

2 min read
Tu-154Msputniknews

ANGKASAREVIEW.COM – Untuk pertama kalinya Rusia dapat ‘bermain-main’ di atas area rahasia di wilayah Nellis Test and Training Range (NTTR) di selatan Nevada, tempat di mana Area 51 berada. Paman Beruang mengerahkan pesawat intai khusus Tu-154M untuk fungsi pengamatan dari udara terhadap wilayah militer terlarang milik Amerika Serikat (AS) tersebut.

Pengerahan pesawat khusus Tu-154M ke kawasan militer khusus Amerika Serikat dilakukan secara legal di bawah payung Perjanjian Langit Terbuka (Open Skies Treaty). Melalui payung hukum ini, sesama negara anggota dapat melakukan penerbangan saling mengawasi teritori negara lain tanpa hambatan.

Tautan lain: Berbasis Ilyushin Il-114-300, Rusia Kembangkan Pesawat Perang Elektronik

Namun demikian, penerbangan pengamatan tetap dilakukan dengan batasan-batasan yang telah disepakati. Selain itu, negara yang wilayahnya diamati juga menyertakan personelnya di pesawat asing yang akan melakukan misi tersebut agar sesuai dengan parameter-parameter yang disepakati.

Tautan lain: Patroli dan Latihan Perang, China Kerahkan Su-35 dan Kapal Induk Liaoning ke LCS

Demikian halnya dengan pesawat yang digunakan. Tidak semua pesawat disetujui. Contohnya adalah Tu-214ON yang ditolak oleh AS karena pesawat Rusia ini dianggap menggunakan perangkat-perangkat pengamatan yang melebihi batasan-batasan yang ditentukan.

Sementara AS untuk misi Open Skies menggunakan pesawat OC-135B, varian intai dari pesawat angkut C-135 Stratolifter. AS memiliki tiga unit OC-135B.

OC-135BUSAF

Dikutpi dari sejumlah pemberitaan yang mengacu pada laporan The Drive, sesi terakhir dari penerbangan Tu-154M dalam misi Open Skies oleh tu-154M dilaksanakan di atas kawasan Great Falls, Montana.

Tautan lain: Ikut Exercise Blue Force, 70 Pesawat Multinasional Bertarung di Israel

Penerbangan pada siang hari tanggal 28 Maret 2019 ini dimulai dari Travis AFB di dekat San Francisco melintasi sejumlah area militer penting milik Amerika Serikat hingga ke utara ke kawasan Tonopah Test Range sebelum akhirnya kembali lagi ke Salt Lake dan Grat Falls.

Pesawat mengudara pada ketinggian rata-rata 14.000 – 15.000 kaki dalam rute dari Nevada ke California dan setelah itu naik ke ketinggian 30.000 kaki setelah keluar dari kawasan NTTR.

Tautan lain: Siap Operasi Tahun 2021, Rusia Terbangkan Pembom Rudal Jarak Jauh Tu-22M3M

Ini merupakan penerbangan misi Open Skies pertama kali di tahun ini yang dilakukan Rusia atas wilayah AS. Sementara AS telah melaksanakan misi serupa di kawasan Rusia pada Februari lalu.

Treaty on Open Skies atau Open Skies Treaty ditandatangani tahun 1992 dan mulai berlaku secara efektif tahun 2002. Tercatat 34 negara menjadi anggota dari kesepatakan ini. Kesepakatan dicapai untuk saling memahami dan menjunjung asas transparansi dan saling percaya satu negara dengan negara lainnya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *