Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Geram Turki Teruskan Pembelian S-400, AS Blokir Pengiriman Komponen F-35 kepada Ankara

3 min read
F-35USAF

ANGKASAREVIEW.COM – Merasa geram terhadap Ankara yang tidak mengindahkan peringatan Washington untuk membatalkan pembelian sistem pertahanan udara S-400 Triumf dari Rusia, pemerintah Amerika Serikat (AS) pun mulai mengambil tindakan tegas.

Pentagon telah mengambil langkah pertama dengan memblokir pengiriman komponen jet tempur siluman F-35 berikut informasi teknik terkait pesawat tersebut kepada Turki.

“Amerika Serikat telah menunda pengiriman dan segala kegiatan terkait dukungan kesiapan operasional F-35 Turki. Jika Turki tetap melanjutkan pembelian S-400, keikutsertaan mereka dalam Program F-35 juga dalam posisi terancam,” ujar pelaksana Juru Bicara Pentagon Charles Summer dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin, 1 April 2019.

Tautan: Meski Ditentang Kongres AS, Turki Tetap Dapatkan F-35

Disebutkan, saat ini AS memang belum mengeluarkan Turki dari kemitraannya sebagai negara peserta Program F-35. Namun demikian, AS tetap pada pendirian keras menentang pembelian S-400 oleh Turki.

“Sikap kami jelas. Amerika Serikat menentang pembelian S-400 oleh Turki,” tandas Summer.

Tautan: Tiba 21 Juni, Turki Akan Tempatkan F-35 di Provinsi Malatya

Ditambahkan, mengantisipasi dikeluarkannya Turki dari kemitraan F-35, Departemen Pertahanan AS telah memulai langkah-langkah yang diperlukan agar pasokan komponen produksi F-35 tetap terpenuhi.

F-35AUSAF

Seperti diketahui, Turki memasok komponen-komponen produksi F-35 terhadap Lockheed Martin, produsen F-35.

“Sumber sekunder untuk menggantikan pasokan komponen yang diproduksi Turki sekarang dalam pengembangan,” terang Summer.

Tautan: Setelah Membeli S-400 Triumf, Turki Proyeksikan Beli S-500 Prometheus dari Rusia

AS, lanjutnya, sangat menyesalkan terjadinya situasi yang tidak kondusif dengan Turki. Namun, langkah-langkah bijaksana tetap harus diterapkan untuk melindungi investasi bersama dalam Program F-35. “Amerika Serikat akan terus melakukan dialog dengan Turki sampai mereka mau membatalkan pembelian S-400,” ujarnya.

Mengutip ulasan Air Force Magazine, S-400 merupakan sistem pertahanan udara paling canggih saat ini. Pejabat pertahanan AS khawatir bahwa teknisi Rusia yang membantu Turki dalam pembangunan instalasi S-400 akan mendapatkan wawasan mengenai bagaimana cara mendeteksi dan menarget jet tempur F-35 yang siluman. Turki berharap S-400 dapat dikirim oleh Rusia pada Juli tahun ini.

Tautan: Yakinkan Rusia, Turki Tak Akan Beri Kesempatan AS Bongkar Sishanud S-400 Triumf

Akan halnya F-35A, Ankara sejauh ini telah menerima dua unit pesawat ini. Akan tetapi, pesawat tersebut masih berada di Luke AFB, Arizona di mana pesawat digunakan untuk melatih para pilotnya.

F-35ARAAF

Turki memesan 100 F-35 termasuk varian F-35B STOVL. Kelompok pertama jet tempur untuk Angkatan Udara Turki dijadwalkan mengaspal di landasan Negeri Dua Benua ini pada November 2019.

Salah seorang pejabat Angkatan Udara AS dalam pertemuan tentang F-35 beberapa hari lalu menyatakan, mengeluarkan Turki dari kemitraan Progam F-35 sebenarnya merugikan AS sendiri. Lockheed Martin akan kehilangan sumber pemasok komponen produksi F-35. Yang kedua, AS akan kehilangan penjualan 100 unit F-35 ke negara lain (Turki).

Tautan: Putuskan Beli S-400 Rusia, Kini Turki Digoyang Pentagon

Direktur Program F-35 Vice Admiral Mat Winter mengatakan kepada Air Force Magazine pada Desember tahun lalu, Turki memasok 844 komponen produksi F-35. Turki juga merupakan salah satu mitra terbaik Program F-35. Mengeluarkan Turki dari program tersebut artinya akan menggangu jalannya produksi F-35.

“Turki memproduksi 844 komponen untuk kami. Kualitas produksi bagus dan pengiriman mereka juga tepat waktu,” jelas Winter.

F-35Air Force

Dipaparkan lebih lanjut, Turki membuat komponen-komponen F-35 seperti layar tampilan kokpit, komponen landing gear, komponen bodi, dan lainnya.

Turki juga merupakan sumber kedua pasokan bodi bagian tengah pesawat yang diproduksi oleh Northrop Grumman. Turki juga menjadi pusat perawatan besar mesin F135 untuk F-35 bagi kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Tautan: Turki Pastikan Beli S-400 Triumf dari Rusia

Sejauh ini, upaya jalan tengah telah dilakukan oleh Washington terhadap Ankara. Antara lain dengan menawarkan penjualan sistem pertahanan udara Patriot kepada Turki dengan harga diskon sebagai pengganti S-400. Akan tetapi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menolak mentah-mentah tawaran tersebut dan mengatakan bahwa Ankara akan tetap meneruskan pembelian S-400.

Menghadapi situasi pelik yang terjadi, pihak Lockheed Martin memilih untuk tidak berkomentar. Melalui juru bicaranya, Lockheed Martin menyarankan media agar menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada Pentagon.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *