Wed. May 15th, 2019

Gunakan CN235-220 Selama 20 Tahun, AU Malaysia Mengaku Puas Atas Layanan PTDI

2 min read
CN235-220 TUDMIstimewa

ANGKASAREVIEW.COM – Pada penyelenggaraan pameran Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) Exhibition 2019 di Langkawi, Malaysia, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memberikan Certificate of Completion dan Certificate of Competent untuk Rewiring Program pesawat CN235-220 kepada Angkatan Udara Malaysia (Royal Malaysian Air Force/RMAF) Rabu (27/3).

RMAF telah mengoperasikan pesawat CN235-220 buatan PTDI sejak menerima pesawat ini pada 1998 dan 1999 silam.

Dalam Rewiring Program ini PTDI melakukan transfer teknologi (Transfer of Technology/ToT) kepada pelanggannya, dalam hal ini RMAF atau Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).

Tautan lain: Melihat dari Dekat Penampakan CN235 MPA Terbaru untuk TNI AL di Hanggar PTDI

Pesawat CN235-220 yang dioperasikan TUDM saat ini telah memasuki usia pakai 20 tahun. Untuk dapat memperpanjang usia pesawat tersebut hingga 15 tahun ke depan, Sub Direktorat Services PTDI melakukan Service Life Extention Program (SLEP).

Kegiatannya yang dilaksanakan meliputi Structure Inspection, Rewiring/Harnesses, dan Replacement of Obsolescence Equipment.

PTDI-RMAF

SLEP untuk pesawat CN235-220 RMAF ditargetkan akan berlangsung selama dua tahun. Yaitu, pengerjaan untuk tiga pesawat pertama CN235-220 akan dilaksanakan pada 2019 dan  empat unit pesawat CN235-220 lainnya akan dilakukan pada 2020.

Tautan lain: Tambah Usia Pakai, F/A-18 Super Hornet Angkatan Laut AS Jalani SLEP

Selain untuk RMAF, saat ini PTDI juga sedang melaksanakan aktivitas SLEP untuk pelanggan di Uni Emirat Arab (UEA). Ke depannya ditargetkan pengerjaan untuk pesawat yang sama milik Brunei Darussalam, Korea Selatan, dan Thailand juga dapat dilaksanakan.

Dalam kesempatan ini, PTDI juga memberikan Certificate of Competent kepada 17 engineer dari RMAF yang telah berpartisipasi dalam Rewiring Program.

Wiring Program TUDMPTDI

“Melalui program ini, PTDI diharapkan dapat terus menjaga kapabilitas, mempertahankan kompetensi dan kelaikan pesawat tersebut secara berkelanjutan. Pada Rewiring Program kita bisa mengirim engineer kita ke negara pelanggan, sehingga pengerjaannya dapat diselesaikan di sana,” ujar Direktur Utama Elfien Goentoro dikutip dari siaran pers PTDI yang diterima Angkasa Review.

Tautan lain: Polairud Dapatkan Heli Baru NBell-412 P-3003 Buatan PTDI

Sementara itu Kepala Staf TUDM Jenderal Tan Sri Affendi Buang mengatakan, RMAF sangat puas atas kinerja layanan PTDI dalam mendukung kebutuhan logistik (suku cadang) dan operasional pesawat CN235-220.

CN235-220 TUDMPTDI

“Pada masa ini kita dapat lihat pesawat yang serviceable. Dukungan logistik dan juga operasi begitu bagus. Saya berharap bahwa ini akan berketerusan dan kita berharap kerja sama dengan PTDI ini dapat meningkat satu tahap yang tinggi lagi,” ungkapnya.

Tautan lain: CN295 MPA Pesanan TNI AU Akan Diserahkan PTDI Akhir November 2018

Ditanya media mengapa pengoperasian pesawat CN235-220 RMAF begitu bagus, Elfien mengatakan karena TUDM melakukan kontrak jangka panjang dengan PTDI untuk pengadaan suku cadang dan pemeliharaannya. Dengan demikian pesawat selalu dalam keadaan siap pakai (serviceable).

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *