Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Trimatra Militer India Akan Dapatkan Drone Intai Baru Buatan Dalam Negeri

2 min read
Dronelivefistdefence.com

ANGKASAREVIEW.COM – Pameran kedirgantaraan Aero India 2019 di Negeri Mahabarata usai digelar pada 20-24 Februari di Bengaluru. Seperti dua tahun sebelumnya, produk andalan dalam negeri tampil mencolok seperti jet tempur ringan Tejas dan heli serang LCH, keduanya buatan Hindustan Aeronautic Limited (HAL).

Sobat AR, isu hangat dalam gelaran tahun ini di antaranya adalah pengembangan jet tempur baru HAL Tejas Mk.2 dan tawaran Lockheed Martin untuk membangun jet tempur F-21 yang dikembangkan berdasar jet F-16V khusus untuk dibuat di India.

Berita menarik lainnya yakni akan mulai diserahkannya pesawat intai jenis MALE (medium altitude long endurance) buatan dalam negeri  kepada Militer India. Drone yang dinamai Rustom-2 (Prajurit ke-2) ini dikembangkan oleh lembaga riset Defence Research & Development Organitation (DRDO).

Drone Rustom-2 dikembangkan untuk layanan Trimatra yakni Angkatan Udara (AU), Angkatan Darat (AD), dan Angkatan Laut (AL) India. Purwarupa Rustom-2 mulai menjalani penerbangan perdana pada 25 Februari 2018.

DRDO merancang Rustom-2 sebagai produk baru, berbeda dibanding Rustom-1 yang memiliki sayap canard bermesin pusher tunggal. Rustom-2 mengadopsi desain pesawat konvensional, menggunakan dua mesin yang ditempatkan di bawah sayap utama model tinggi dan sirip ekor model T.

Untuk tenaga penggerak, Rustom-2 mengadopsi dua mesin turboprop NPO Saturn 36MT buatan Rusia, masing-masing berdaya 100 hp. Kecepatan maksimumnya sekitar 225 km/jam dengan ketinggian terbang maksimum 10.668 m.

Dronelivefistdefence.com

Melansir livefistdefence.com, sebanyak enam unit purwarupa Rustom-2 telah dihasilkan dari fasilitas DRDO di wilayah Chitradurga, 200 km dari Bengaluru. Total keenam purwa tersebut telah mengumpulkan 53 kali penerbangan uji.

Dijadwalkan, Trimatra Militer India mulai Oktober tahun ini akan mengoperasikan Rustom-2 dalam fase uji coba selama enam bulan penuh hingga kuartal pertama tahun 2020. Bila semua berjalan lancarn Rustom-2 selanjutnya akan masuk jalur produksi.

DRDO meracik dua varian utama Rustom-2. Pertama versi pengawasan untuk AU dan AD yang memiliki perangkat berupa muatan radar apertur sintetis. Sedangkan varian kedua untuk AL akan dilengkapi radar patroli maritim.

UAVlivefistdefence.com

Kemampuan operasi Rustom-2 berkisar 300-350 km dari pusat kontrol daratnya dibantu mengunakan tautan UHF dan C-band serta perangkat SATCOM. Saat ini purwarupa Rustom-2 mampu terbang selama 16 jam penuh dan akan ditingkatkan lagi kemampuannya hingga 24 jam.

Kehadiran drore Rustom-2 nantinya akan menggantikan peran drone intai Heron buatan IAI, Israel. Seperti diketahui, sebanyak 50 unit Heron digunakan AU India sejak 2006 dan juga dimiliki AL India dalam jumlah yang tak disebutkan.

Sobat AR, dikabarkan kemampuan Rustom-2 setara dengan Heron. Dapat dipahami karena sistem sensor masih menggunakan buatan IAI. Berjalannya waktu, kelak sistem sensor Rustom-2 akan digantikan oleh buatan dalam negeri yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Rangga Baswara Sawiyya

 

editor: “Raider”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *