Thu. May 16th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Tantangan Terbesar TNI AU, Menutup Celah-celah Udara di Garis Perbatasan Negara

2 min read
Aku Adalah PeluruRoni Sontani

ANGKASAREVIEW.COM – TNI Angkatan Udara mempunyai tantangan terbesar untuk mampu menutup celah-celah udara di garis terdepan perbatasan negara dari masuknya penerbangan gelap (black flight). Untuk bisa melaksanakan ini, negara (bersama TNI AU) harus mampu memenuhi dan membenahi sistem persenjataan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Antara lain, adalah melalui sebaran radar yang beririsan yang mampu memantau pergerakan pesawat asing saat mendekati garis batas terluar RI hingga wilayah kawasan.

Selain penggunaan satelit dan penggunaan sebaran radar yang mampu mendukung sistem Network Centric Warfare (NCW), juga perlu dilakukan penambahan penempatan skadron-skadron tempur berkemampuan intersepsi jarak jauh dengan radius operasi saling beririsan dan teringrasi dengan baik.

Pokok-pokok pemikiran di atas diuraikan analis pertahanan Dr. Connie Rahakundini Bakrie dalam buku berjudul “Aku Adalah Peluru” yang diluncurkan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Februari 2019.

Buku setebal 182 halaman yang ditulis oleh Bara Pattyradja, penyair muda asal Flores Timur, NTT ini dibuka dengan ringkasan penelusuran kejayaan maritim Indonesia khususnya di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat di Jepara.

Kejayaan ini pula yang mengilhami dan membangkitkan greget Connie untuk mendorong terbentuknya kejayaan kekuatan maritim Indonesia sekarang dan di masa yang akan datang.

Tulisan berikutnya adalah tentang sekelumit perjalanan kehidupan Connie yang dirangkum dalam bahasa puitis serta diksi-diksi sastra oleh penulis.

Kemudian tentang barikade pemikiran yang berisi pemikiran Connie tentang Tentara Nasional Indonesia dan Pertahanan Negara.

Tidak terlalu banyak. Connie hanya menegaskan kembali pemikiran-pemikiran sebelumnya yang telah dituangkan secara detail dalam dua buku terdahulu yaitu Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal (2007) serta Defending Indonesia (2009) dengan tambahan fokus pada perkembangan kemajuan situasi terkini. Connie juga menegaskan, bahwa Doktrin TNI harus diubah.

Terakhir, pada buku yang dikemas dalam format milenial ini, tersaji gugus tempur puisi berisikan untaian-untaian penulis dari hasil mahabahnya mengenai Perempuan Batu Seribu Malam, Perempuan Bintang Lima, Catharina, LAI, dan seterusnya.

Roni “Raider” Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *