Honeywell dan Curtiss-Wright Akan Kembangkan Kotak Hitam Pesawat Agar Bisa Kirim Data secara Langsung Selama Penerbangan

Kotak HitamKompas.com

ANGKASAREVIEW.COM – Terobosan teknologi di bidang penerbangan akan dikembangkan Honeywell dan Curtiss-Wright dengan membuat kotak hitam (black box) pesawat yang dapat mengirimkan data secara langsung (real-time) selama penerbangan. Sehingga, data percakapan pilot, kerusakan teknis, maupun penyimpangan yang terjadi di sistem pesawat dapat diketahui lebih cepat.

Selama ini, investigasi mengenai kecelakaan pesawat seringkali terkendala karena kotak hitam harus ditemukan terlebih dahulu untuk dapat dianalisis. Padahal, tidak semua kotak hitam dari kecelakaan pesawat dapat ditemukan langsung dan bahkan ada yang tidak ditemukan.

Dalam lompatan besar ke depan untuk sistem keselamatan dan aksesibilitas data ini, kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian pengembangan bersama perekam suara di kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (FDR) sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam regulasi internasional.

Kedua perusahaan, seperti dijelaskan dalam siaran pers Honeywell Aerospace yang diterima Angkasa Review hari ini, akan membuat perangkat keras kotak hitam dengan ukuran yang sama seperti kotak hitam yang digunakan saat ini agar memudahkan dalam penggunaannya.

Secara khusus, Honeywell akan memodernisasi kemampuan perangkat lunak dari kotak hitam ini. Sehingga, selain datanya mudah diakses, juga dapat dikirimkan dari jarak jauh ke pusat data selama penerbangan pesawat berlangsung.

Pengiriman data akan menggunakan satelit orbit rendah. Selanjutnya data disalurkan ke antena penerima di Bumi.

Kotak HitamHoneywell

Dipastikan, terobosan ini akan memberikan manfaat yang sangat banyak. Selain untuk kegunaan proses investigasi kecelakaan, maskapai dan produsen pesawat juga dapat mengantisipasi hal-hal teknis terkait dengan masalah pemeliharaan pesawat melalui kolektivitas data dari kotak hitam.

Kotak hitam pesawat yang akan diberi merek Honeywell Connected Recorder-25 (HCR-25) ini mampu merekam data percakapan lebih dari 25 jam (bagi pesawat ber-MTOW 59.500 pon). Kemampuan ini sesuai dengan mandat dari Badan Penerbangan Eropa yang akan diterapkan mulai 1 Januari 2021.

HCR-25 akan ditawarkan dalam beberapa varian. CVR dan FDR masing-masing terpisah atau CVR dan FDR dalam satu kemasan.

Dalam hal pembuatan black box, Honeywell dan Curtiss-Wright bukanlah pemain baru. Kedua perusahaan asal Amerika Serikat ini telah berkecimpung di bidang ini selama 50 tahun.

Roni Sontani

Bagikan ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!