Thu. May 23rd, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Ka-52K Katran, Heli Serang Berbasis Kapal Pertama dari Rusia

2 min read
KatranRussian MoD

ANGKASAREVIEW.COM – Di luar kebiasan, Militer Rusia pernah berniat menggunakan produk buatan luar negeri. Padahal, biasanya selalu menggunakan produk dalam negeri. Hal ini terjadi saat Angkatan Laut Rusia memesan dua unit kapal serbu jenis amfibi (LHD) kelas Mistral dari Perancis pada 2011.

Namun, kejadian langka ini pun sebenarnya tak pernah terealisasi. Tahun 2015 Perancis akhirnya membatalkan penjualan kapal serbu amfibi tersebut karena Rusia melakukan aneksasi terhadap Krimea, Ukraina setahun sebelumnya.

Sobat AR, untuk mengisi dek kapal serbu amfibi kelas Mistral, Dinas Penerbangan Angkatan Laut Rusia (AVFR) mulanya akan memperkuatnya dengan skadron udara berisikan delapan heli serang Ka-52K dan delapan heli serbu/transport Ka-29TB.

Ka-52K yang dijuluki Katran (Mud Shark) merupakan varian khusus yang dikembangkan Biro Desain Kamov berdasar heli serang bertempat duduk ganda (side by side) Ka-52 Alligator.

Gubahan utama yang terlihat adalah bilah rotor yang bisa ditekuk ke belakang untuk menghemat ruang saat bersandar di atas kapal. Lalu bagian tengah sayap kecil (stub wing) yang bisa ditekuk ke dalam. Seluruh badan Ka-52K juga dilabur dengan lapisan antikorosi.

Beberapa sistem misi Katran telah disesuaikan dengan peran operasinya di laut. Selebihnya, perangkat avionik dan sistem radar yang dibawanya serupa dengan milik Alligator.

Seperti halnya Alligator, Katran ditenagai sepasang mesin turboshaft Klimov VK-2500 yang masing-masing berdaya 2.400 shp. Kecepatan terbang maksimum heli ini ada di kisaran 315 km/jam. Ketinggian terbang hingga 5.500 m dan hovering (melayang di tempat) maksimum pada 4.000 m. Jangkauan operasinya (feri) sejauh 1.160 km.

KatranRussian MoD

Dalam perannya, Katran dapat dikerahkan untuk memberi dukungan tembakan dari udara untuk operasi serbuan amfibi, misi pengawalan konvoi, dan patroli maritim.

Lebih jauh, heli Katran dapat digunakan untuk melumat kapal perang lawan menggunakan rudal antikapal Kh-35 (NATO: AS-20 Kayak) yang dibawanya.

Purwarupa Katran pertama kali terbang pada 7 Maret 2015. Selanjutnya, April 2015, Kemhan Rusia mengumumkan telah memesan 32 unit Ka-52K.

Secara resmi Katran sendiri baru ditampilkan di hadapan publik pada pameran pertahanan maritim IMDS di St. Petersburg, Rusia pada Juli 2015

Sayangnya, dengan terjadinya pembatalan pengiriman kapal serbu amfibi kelas Mistral dari Perancis ke Rusia, maka kelangsungan pengadaan heli serang berbasis kapal pertama Rusia tersebut terganggu.

AVFR baru mendapatkan empat Katran yang digunakan untuk program pengujian. Sedangkan 28 sisanya sementara dibekukan.

KatranIstimewa

Dalam perjalanannya kemudian, Perancis akhirnya menjual kapal serbu amfibi kelas Mistral itu kepada Mesir.

Gayung bersambut, heli Katran yang telah di ujung tanduk akhirnya bisa kembali bangkit. Angkatan Laut Mesir memutuskan akan mengisi dek kapal serbu amfibinya dengan helikopter Katran.

Seperti diketahui, hingga saat ini Militer Mesir adalah pengguna satu-satunya di luar Rusia yang mengoperasikan keluarga Ka-52.

Sebelumnya pada 2015, Angkatan Udara Mesir memesan 46 Ka-52 yang dijuluki Nile Crocodile. Heli tersebut mulai dikirimkan ke AU Mesir pada 2017 dan ditargetkan tuntas tahun 2020.

Sobat AR, AVFR sendiri sepertinya masih harus bersabar untuk dapat mengoperasikan heli Mud Shark. Pasalnya, kapal pengganti Mistral yakni LHD kelas Priboy rancangan Galangan Kapal Krylov State Research Center baru dimulai pembuatannya pada 2019 ini.

Rangga Baswara Sawiyya

 

editor: “raider”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *