Fri. May 17th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Satu Kubu Beda Pilihan: USAF Terima KC-46A Pegasus, ROKAF Terima A330 MRTT

2 min read
KC-46AUSAF

ANGKASAREVIEW.COM РKorea Selatan merupakan sekutu atau satu kubu dengan Amerika Serikat. Namun dalam hal pembelian pesawat tanker terbaru, kedua angkatan udara yakni ROKAF (AU Korea Selatan) dan USAF (AU AS) berbeda pilihan. ROKAF memilih A330 MRTT (Multi Role Tanker Transport) buatan Airbus sedangkan USAF memilih KC-46A Pegasus buatan Boeing.

Hal yang sama dilakukan oleh Singapura. AU Negeri Singa (RSAF) tidak memilih KC-46A, namun membeli enam A330 MRTT.

USAF telah menerima dua unit tanker KC-46A pertama pada 25 Januari 2019. Pengiriman pesawat ini terbilang telat dari jadwal yang ditetapkan semula. KC-46A, pesawat tanker yang berbasis B767 ini dipilih USAF pada 2011. USAF dan Boeing bekerja sama merumuskan pesawat tanker yang diinginkan.

Sementara Korea Selatan, pada 30 Januari 2019 telah menerima pesawat tanker multiperan A330-200 MRTT yang pertama dari empat pesanannya. Negeri Ginseng membeli empat A330 MRTT senilai 1,3 miliar dolar AS (USD).

Pengiriman tiga unit tersisa rencananya akan dilaksanakan hingga akhir tahun ini.

Di Korea Selatan, Airbus A330 MRTT berhasil mengalahkan sang rival Boeing KC-46A Pegasus dan juga B767-300 Multi-Mission Tanker Transport (MMTT) yang ditawarkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI).

Dari sisi kapasitas angkut, seperti ditulis Jane’s, A330 MRTT mampu membawa bahan bakar lebih banyak yakni 111 ton dibandingkan KC-46A yang 96 ton atau B767-300 MMTT yang berkapasitas 91 ton.

A330 MRTTKorean source

Untuk kemampuan jarak tempuh, A330 MRTT juga unggul karena mampu menjangkau 14.800 km. Bandingkan dengan KC-46A yang 12.200 km dan MMTT yang 14.800 km.

Jarak jangkau MRTT dan MMTT memang sama, namun muatan yang dapat dibawa MRTT lebih banyak dibanding MMTT pada jarak yang sama.

Dibandingkan KC-46A, A330 MRTT berfungsi multiperan karena dapat membawa 292 penumpang dan 45 ton kargo di dek bawah.

MRTT dilengkapi dengan jendela-jendela kabin sehingga tercapai kenyamanan. Penumpang serasa terbang menggunakan pesawat komersial. Tidak salah apabila pesawat ini juga dijadikan pesawat angkut VIP/VVIP alias multiperan dengan fungsinya sebagai tanker.

A330 MRTTKorean source

Sedangkan KC-46A lebih ke pesawat tanker atau angkut barang yang tidak dilengkapi jendela.

Keunggulan A330 MRTT lainnya, karena tanker ini sudah lebih dahulu digunakan di sejumlah negara. Sebanyak 35 dari 60 pesanan A330 MRTT telah dikirimkan oleh Airbus kepada para pemesannya. Tercatat 11 negara membeli pesawat ini.

Sementara KC-46A baru dua unit yang diserahkan pada awal tahun ini kepada USAF. Namun, bila dilihat dari sisi jumlah pesanan, KC-46A memang masih unggul karena AU AS memesan 179 unit pesawat ini.

Indonesia termasuk negara yang sedang mempertimbangkan untuk membeli tanker KC-46A atau A330 MRTT. Kajian teknisnya pun telah selesai dilakukan oleh TNI AU.

Meski demikian, keputusan menyeluruh ada di tangan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebagai pemegang mandat pembelian alat utama sistem persenjataan (autsista) TNI. Lebih penting lagi, tentu saja adanya ketersediaan anggaran untuk membelinya.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *