Mon. May 20th, 2019

Airspace Review

Aviation & Military Update

Kerusakan Sistem Pemandu Pendaratan Diduga Peyebab Jatuhnya Pembom Tu-22M3

2 min read
Tu-22M3

ANGKASAREVIEW.COM – Kerusakan sistem pemandu pendaratan di landasan atau yang biasa disebut Instrument Landing System (ILS), diduga menjadi penyebab jatuhnya pembom supersonik Tu-22M3 milik Angkatan Udara Rusia di Olenya Air Base, Wilayah Murmansk, Rusia pada 22 Januari 2019.

Bisa juga kerusakan sistem terjadi pada perangkat penerima sinyal ILS di pesawat.

Dari rekaman video detik-detik kecelakaan Tu-22M3, terlihat pilot mendaratkan pesawat dengan kecepatan terlalu tinggi. Pada saat itu, visibilitas sangat rendah akibat terjadi badai salju. Landasan nyaris tidak terlihat.

“Kecepatan pesawat terlalu tinggi untuk sebuah pendaratan. Hal ini menyiratkan bahwa pilot tidak mengetahui pesawatnya sudah dalam posisi final (untuk pendaratan). Ini menunjukkan ada kerusakan pada ILS,” ujar pengamat penerbangan dari Barat seperti ditulis defence-blog.com.

Pada saat melaksanakan pendaratan dalam kondisi visibilitas sangat rendah, lanjutnya, pilot akan mengandalkan ILS yaitu mendarat dengan bantuan instrumen. Pilot akan melihat indikator untuk mempertahankan sudut penurunan (angle of descent) dan rata-rata penurunan (rate of descent).

“Umumnya, saat Anda sudah mencapai ketinggian 30 meter, Anda akan mengurangi power dan mengangkat hidung pesawat sedikit ke belakang untuk mengurangi kecepatan,” tambahnya.

Melihat rekaman video kecelakaan yang telah beredar, pengamat tersebut menyatakan bahwa pendaratan Tu-22M3 ini layaknya sebuah pendaratan jet tempur F/A-18 di kapal induk.

“Ini memperlihatkan bahwa pilot tidak menyadari kecepatan pesawat sesungguhnya saat itu akibat kerusakan sistem ILS. Sangat mungkin terjadi,” simpulnya.

Sesaat setelah impak yang cukup keras antara pesawat dengan landasan, Tu-22M3 langsung terpental dan patah dua, memisahkan bagian depan pesawat dengan bagian badannya. Seketika itu pula, gumpalan bola api tercipta.

Tiga dari empat awak pesawat Tu-22M3 meninggal dunia, sedangkan satu orang selamat. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, pembom gaek ini jatuh usai melaksanakan penerbangan latihan tanpa membawa persenjataan.

Tim dari militer Rusia langsung bekerja melaksanakan investigasi dibantu tim ahli dari Tupolev yang segera bergabung.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *