Wed. May 15th, 2019

Akhir Pengabdian Seorang Agen Intel CIA, Maestro Operasi Penyamaran

2 min read
Tony MendezCIA

ANGKASAREVIEW.COM – Central Intelligence Agency (CIA) baru saja kehilangan seorang agen intelijen terbaik yang pernah mereka miliki. Dia adalah Tony Mendez atau yang bernama lengkap Antonio Joseph Mendez. Mantan agen CIA yang sangat dihormati dalam komunitas intelijen dunia ini meninggal dunia pada 19 Januari 2019 dalam usia 78 tahun akibat penyakit parkinson yang dideritanya.

Bebicara soal agen intelijen, mereka adalah orang-orang yang dilatih, diperlengkapi, dan ditugaskan secara khusus untuk melaksanakan operasi intelijen. Baik itu misi penggalangan, penyelidikan, maupun pengamanan.

Menjadi agen intelijen adalah menjalani sebuah pekerjaan yang menantang maut. Terlebih apabila sedang ditugaskan untuk mengumpulkan dan melaksanakan operasi intelijen di wilayah musuh. Nyawa adalah taruhannya.

Seorang agen intelijen tidak hanya bertugas mengumpulkan atau mencari data serta informasi saja. Kadang, mereka juga melaksanakan operasi penyelamatan.

Tony Mendez adalah salah satu agen CIA yang berhasil melakukan operasi penyelamatan yang tergolong unik pada 1979 di Teheran, Iran. Tony begitu ia akrab disapa, menyelamatkan enam diplomat Amerika dan berhasil lolos dari kepungan demostran di Kantor Kedutaan Besar Amerika di Teheran.

Tony MendezCIA

Tony yang sangat ahli dalam operasi penyamaraan, kala itu ditugaskan untuk merancang suatu operasi penyelamatan dengan cara tipuan. Ia menyamar menjadi seorang sutradara dari Kanada yang ingin membuat film fiksi ilmiah berjudul “Argo” di Iran.

Ia pun pergi ke Negeri Para Mullah untuk melihat lokasi pengambilan gambar (shooting). Di sana ia bertemu dengan para diplomat dan kemudian menyelamatkan mereka. Keenam diplomat AS ini diselamatkan Tony dengan cara disamarkan sebagai kru film yang akan ia buat.

Operasi tersebut sangat gemilang. Apalagi sebelumnya, pasukan khusus Amerika gagal menyelamatkan para sandera dalam Operasi Eagle Claw.

Tony MendezBBC

Tony memiliki pengalaman yang sangat panjang dalam operasi penyamaran. Pada awal dinasnya di  CIA, ia ditugaskan sebagai juru gambar sketsa wajah.

Sebelum akhir hayatnya, Tony sempat menerbitkan sebuah buku berjudul The Master of Disguise yang berisi pengalamannya selama mengabdi di CIA. Kisah ini pun diangkat ke layar lebar tahun 2012 dengan judul “Argo” yang disutradai dan diperankan oleh Ben Affleck. Film ini berhasil meraih tiga Piala Oscar di tahun 2013.

Perlu pembaca Angkasa Review ketahui, CIA mengizinkan para mantan pegawainya menerbitkan buku. Dengan catatan, tidak membocorkan sebuah operasi dan harus melewati proses editing dari CIA.

RND

 

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *